4 Fakta Blok M, Tempat Penuh Kenangan Anak Jaksel
Jum'at, 30 Mei 2025 - 08:28 WIB
loading...
A
A
A
Pramono Anung menyebut infrastruktur Blok M yang cukup baik dan dikenal oleh seluruh masyarakat Jakarta menjadi alasan untuk merevitalisasi kawasan ini. "Karena banyak orang yang dulu patah hati di Blok M ini. Karena orang banyak yang jatuh cinta di Blok M ini. Karena Bang Doel (Wagub Rano Karno) menjadi terkenal salah satunya di Blok M ini," canda Pramono.
![4 Fakta Blok M, Tempat Penuh Kenangan Anak Jaksel]()
Warga berfoto di Terowongan Blok M Mall yang kini punya wajah baru. Foto/Aldhi Chandra Setiawan
Pada Desember 1990, Gubernur Wiyogo Atmodarminto ingin merevitalisasi terminal Blok M, dengan sebuah konsep yang menggabungkan bangunan terminal dengan pusat perbelanjaan (setelahnya dikenal sebagai Blok M Mall) di lantai rubanah (basement). Pada September 1992, proses revitalisasi terminal selesai, dan diresmikan kembali pada tanggal 3 Oktober di tahun yang sama.
Baca Juga: Terowongan Mal Blok M yang Sepi di Tengah Ramainya Taman Literasi
Dahulu, di bagian basement terminal ini, tepatnya di dekat tangga menuju jalur bus, banyak deretan telepon umum koin. Banyak yang rela membawa kumpulan koin untuk menelepon orang yang sedang didekati atau memberi kabar kepada keluarga di rumah.
Terminal Blok M kini menjadi lokasi lokasi Bus Transjakarta dengan berbagai tujuan di Jakarta bahkan daerah penyangga seperti Tangerang, Tangerang Selatan, dan Bekasi. Di terminal ini juga terdapat terowongan atau lorong yang menghubungkan terminal dengan kawasan sekitarnya seperti Stasiun MRT Blok M dan Taman Literasi. Tampilan Terowongan Blok M pun kini lebih menyala dan Instagramable.
![4 Fakta Blok M, Tempat Penuh Kenangan Anak Jaksel]()
Taman Literasi Marta Christina Tiahahu terletak di dekat Terminal Blok M. Taman seluas 9.710 meter persegi ini direvitalisasi mulai 21 Oktober 2021 dan dibuka kembali pada 18 September 2022 oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Baca Juga: Anies Ungkap Alasan Memilih Nama Martha Christina Tiahahu sebagai Taman Literasi
4 Fakta Blok M
1. Terminal Blok M
Pada tahun 1968, Gubernur DKI Jakarta kala itu, Ali Sadikin, mengusulkan membangun terminal bus permanen di atas lahan seluas 2,2 hektar (22.000 m2) di Blok M. Sejak dibuka, terminal Blok M menjadi terminal baru untuk semua pemberhentian akhir bus-bus kota di Kebayoran Baru, yang awalnya berbentuk terminal ruang terbuka.
Warga berfoto di Terowongan Blok M Mall yang kini punya wajah baru. Foto/Aldhi Chandra Setiawan
Pada Desember 1990, Gubernur Wiyogo Atmodarminto ingin merevitalisasi terminal Blok M, dengan sebuah konsep yang menggabungkan bangunan terminal dengan pusat perbelanjaan (setelahnya dikenal sebagai Blok M Mall) di lantai rubanah (basement). Pada September 1992, proses revitalisasi terminal selesai, dan diresmikan kembali pada tanggal 3 Oktober di tahun yang sama.
Baca Juga: Terowongan Mal Blok M yang Sepi di Tengah Ramainya Taman Literasi
Dahulu, di bagian basement terminal ini, tepatnya di dekat tangga menuju jalur bus, banyak deretan telepon umum koin. Banyak yang rela membawa kumpulan koin untuk menelepon orang yang sedang didekati atau memberi kabar kepada keluarga di rumah.
Terminal Blok M kini menjadi lokasi lokasi Bus Transjakarta dengan berbagai tujuan di Jakarta bahkan daerah penyangga seperti Tangerang, Tangerang Selatan, dan Bekasi. Di terminal ini juga terdapat terowongan atau lorong yang menghubungkan terminal dengan kawasan sekitarnya seperti Stasiun MRT Blok M dan Taman Literasi. Tampilan Terowongan Blok M pun kini lebih menyala dan Instagramable.
2. Taman Literasi yang Makin Ramai

Taman Literasi Marta Christina Tiahahu terletak di dekat Terminal Blok M. Taman seluas 9.710 meter persegi ini direvitalisasi mulai 21 Oktober 2021 dan dibuka kembali pada 18 September 2022 oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Baca Juga: Anies Ungkap Alasan Memilih Nama Martha Christina Tiahahu sebagai Taman Literasi
Lihat Juga :