Anies Ungkap Alasan Memilih Nama Martha Christina Tiahahu sebagai Taman Literasi
Senin, 19 September 2022 - 07:36 WIB
loading...
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meresmikan Taman Literasi Martha Christina Tiahahu di kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (18/9/2022).Foto/MPI/Muhammad Refi Sandi
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saja telah meresmikan Taman Literasi Martha Christina Tiahahu di kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (18/9/2022) sore. Anies alasan memilih nama Martha Christina Tiahahu yang merupakan salah satu pahlawan wanita asal Maluku sebagai nama taman di Jakarta tersebut.
"Jakarta adalah kota bagi semua. Dan karena itulah namanya Martha Christina Tiahahu. Dan ini adalah pahlawan yang usianya paling muda. Ketika meninggal usia 18 tahun di kapal. Ketika menuju pengasingan dan tidak mau diobati oleh dokter Belanda. Engggak mau dia, lebih baik meninggal. Kira-kira begitu. Anda baca beritanya. Itu menggambarkan bahwa anak muda itu memang pemberani nyalinya besar. Dan Martha adalah salah satu sosoknya," ungkap Anies.
Anies mengatakan, nama sejumlah fasilitas di Jakarta tidak harus semua berunsur Betawi. Ia memilih untuk merangkul semua dan berpegang pada prinsip kesetaraan.
"Jadi saya memang merangkul semuanya. Tidak hanya Betawi saja. Dan inilah Jakarta, semua difasilitasi, semua dirangkul, dan itu prinsip kesetaraan yang selama ini kita lakukan," katanya. Baca: Anies Resmikan Taman Literasi Martha Christina Tiahahu di Blok M
Sebagai informasi, Taman Literasi Martha Christina Tiahahu ini adalah salah satu bagian utama dalam pengembangan kawasan berorientasi transit Blok M-Sisingamaraja di Jakarta Selatan. Di mana desain ruang kota menyatukan orang, kegiatan, bangunan dan ruang publik menjadi terintegrasi melalui konektivitas yang mudah.
"Jakarta adalah kota bagi semua. Dan karena itulah namanya Martha Christina Tiahahu. Dan ini adalah pahlawan yang usianya paling muda. Ketika meninggal usia 18 tahun di kapal. Ketika menuju pengasingan dan tidak mau diobati oleh dokter Belanda. Engggak mau dia, lebih baik meninggal. Kira-kira begitu. Anda baca beritanya. Itu menggambarkan bahwa anak muda itu memang pemberani nyalinya besar. Dan Martha adalah salah satu sosoknya," ungkap Anies.
Anies mengatakan, nama sejumlah fasilitas di Jakarta tidak harus semua berunsur Betawi. Ia memilih untuk merangkul semua dan berpegang pada prinsip kesetaraan.
"Jadi saya memang merangkul semuanya. Tidak hanya Betawi saja. Dan inilah Jakarta, semua difasilitasi, semua dirangkul, dan itu prinsip kesetaraan yang selama ini kita lakukan," katanya. Baca: Anies Resmikan Taman Literasi Martha Christina Tiahahu di Blok M
Sebagai informasi, Taman Literasi Martha Christina Tiahahu ini adalah salah satu bagian utama dalam pengembangan kawasan berorientasi transit Blok M-Sisingamaraja di Jakarta Selatan. Di mana desain ruang kota menyatukan orang, kegiatan, bangunan dan ruang publik menjadi terintegrasi melalui konektivitas yang mudah.
Lihat Juga :