Keraton Sumenep, Jejak Peradaban Madura yang Masih Bertahan
Senin, 26 Mei 2025 - 09:03 WIB
loading...
A
A
A
Lokasi keraton mulai menetap di Kota Sumenep pada masa Tumenggung Kanduruhan. Dua kampung yang dikenal sebagai pusat kekuasaan kala itu adalah Kampung Karangsabu dan Kampung Atas Taman.
Kini, bangunan yang masih berdiri adalah kompleks berpintu utama Labang Mesem—secara harfiah berarti pintu senyum yang menjadi ikon Keraton Sumenep.
Dalam perkembangannya, campur tangan politik Belanda membuat kedudukan Keraton Sumenep disejajarkan dengan keraton-keraton besar di Jawa demi kepentingan kolonial.
Berbeda dari keraton-keraton lain yang memiliki areal luas dan kompleks pemerintahan lengkap, Keraton Sumenep lebih bersifat sebagai rumah tinggal raja dan keluarganya. Namun, kesederhanaan bentuk fisik ini justru menjadi daya tarik tersendiri dalam menelusuri jejak kearifan lokal Madura.
Hari ini, Keraton Sumenep menjadi ruang hidup bagi sejarah dan budaya. Dia bukan hanya simbol masa lalu, tetapi juga pengingat akan keberagaman warisan kerajaan yang pernah mengisi lembaran sejarah Indonesia.
Kini, bangunan yang masih berdiri adalah kompleks berpintu utama Labang Mesem—secara harfiah berarti pintu senyum yang menjadi ikon Keraton Sumenep.
Kekuasaan Lokal dalam Bayang-bayang Mataram
Secara struktur kekuasaan, Sumenep merupakan bagian dari wilayah bawahan Kesultanan Mataram. Penguasanya bergelar adipati, bukan raja, namun masyarakat Madura kerap menyebutnya rato.Dalam perkembangannya, campur tangan politik Belanda membuat kedudukan Keraton Sumenep disejajarkan dengan keraton-keraton besar di Jawa demi kepentingan kolonial.
Berbeda dari keraton-keraton lain yang memiliki areal luas dan kompleks pemerintahan lengkap, Keraton Sumenep lebih bersifat sebagai rumah tinggal raja dan keluarganya. Namun, kesederhanaan bentuk fisik ini justru menjadi daya tarik tersendiri dalam menelusuri jejak kearifan lokal Madura.
Hari ini, Keraton Sumenep menjadi ruang hidup bagi sejarah dan budaya. Dia bukan hanya simbol masa lalu, tetapi juga pengingat akan keberagaman warisan kerajaan yang pernah mengisi lembaran sejarah Indonesia.
(jon)
Lihat Juga :