Keraton Sumenep, Jejak Peradaban Madura yang Masih Bertahan

Senin, 26 Mei 2025 - 09:03 WIB
loading...
Keraton Sumenep, Jejak...
Di ujung timur Pulau Madura, tepatnya di Lingkungan Delama, Pajagalan, berdiri bangunan bersejarah yang menjadi saksi perjalanan panjang kebudayaan dan kekuasaan lokal bernama Keraton Sumenep. Foto: Diwan Mohammad Zahri
A A A
SUMENEP - DI ujung timur Pulau Madura, tepatnya di Lingkungan Delama, Kelurahan Pajagalan, berdiri bangunan bersejarah yang menjadi saksi perjalanan panjang kebudayaan dan kekuasaan lokal bernama Keraton Sumenep . Meski tidak sebesar keraton di Yogyakarta atau Surakarta, kompleks ini menyimpan kekayaan sejarah yang tak kalah penting dalam mozaik peradaban Nusantara.

Bangunan utama keraton terdiri atas pendopo yang dahulu digunakan sebagai tempat pertemuan resmi, penyambutan tamu agung, hingga penyelenggaraan pertunjukan seni.

Selain menjadi objek wisata budaya, pendopo tersebut masih digunakan dalam sejumlah acara seremonial Pemkab Sumenep.

Baca juga: Mengenal Sistem Otda Kerajaan Majapahit, Pejabat Bawahan Wajib Setor Upeti ke Pusat

Berbagai peninggalan sejarah tersimpan di dalam keraton. Salah satu koleksi paling berharga adalah Al-Qur’an tulisan tangan Sultan Abdurrahman, salah satu raja Sumenep. Kemudian, ada cermin raksasa, kereta kencana, serta beragam pusaka seperti keris dan pedang.

Di bagian belakang kompleks, terdapat Taman Sare, bekas tempat pemandian para putri keraton. Konon, air di taman ini dipercaya dapat mempercantik aura wajah siapa pun yang membasuhkannya.

Tiga Dinasti, Satu Warisan Budaya

Mengutip data dari situs resmi Pemkab Sumenep, wilayah ini pernah diperintah oleh tiga dinasti utama yakni Dinasti Aria Wiraraja, keturunan Kanduruhan dan Raden Adipati Pramono, serta Bindara Saut.

Pada masa awal, pusat pemerintahan kerajaan berpindah-pindah, termasuk ke Desa Lapataman pada masa Pangeran Secodiningrat III atau Jokotole.

Lokasi keraton mulai menetap di Kota Sumenep pada masa Tumenggung Kanduruhan. Dua kampung yang dikenal sebagai pusat kekuasaan kala itu adalah Kampung Karangsabu dan Kampung Atas Taman.

Kini, bangunan yang masih berdiri adalah kompleks berpintu utama Labang Mesem—secara harfiah berarti pintu senyum yang menjadi ikon Keraton Sumenep.

Kekuasaan Lokal dalam Bayang-bayang Mataram

Secara struktur kekuasaan, Sumenep merupakan bagian dari wilayah bawahan Kesultanan Mataram. Penguasanya bergelar adipati, bukan raja, namun masyarakat Madura kerap menyebutnya rato.

Dalam perkembangannya, campur tangan politik Belanda membuat kedudukan Keraton Sumenep disejajarkan dengan keraton-keraton besar di Jawa demi kepentingan kolonial.

Berbeda dari keraton-keraton lain yang memiliki areal luas dan kompleks pemerintahan lengkap, Keraton Sumenep lebih bersifat sebagai rumah tinggal raja dan keluarganya. Namun, kesederhanaan bentuk fisik ini justru menjadi daya tarik tersendiri dalam menelusuri jejak kearifan lokal Madura.

Hari ini, Keraton Sumenep menjadi ruang hidup bagi sejarah dan budaya. Dia bukan hanya simbol masa lalu, tetapi juga pengingat akan keberagaman warisan kerajaan yang pernah mengisi lembaran sejarah Indonesia.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Permudah Akses, BM Emas...
Permudah Akses, BM Emas Perkuat Layanan Jual Beli Perhiasan Online di Madura
Aparat Didesak Tindak...
Aparat Didesak Tindak Pabrik Rokok di Sumenep Diduga Langgar Izin Operasi Mesin Pelinting
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Mengenal System Shift,...
Mengenal System Shift, Kerangka Baru Membaca Perubahan Dunia
Pesan Megawati di Hari...
Pesan Megawati di Hari Kartini: Terus Majukan Peradaban Bangsa
Menag Nasaruddin Umar:...
Menag Nasaruddin Umar: NU Mampu Menjembatani Peradaban Timur dan Barat
Rekomendasi
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Berita Terkini
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Ada Demo Mahasiswa,...
Ada Demo Mahasiswa, Rute Transjakarta Dialihkan
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved