7 Fakta Jenderal Rudini, Pernah Ditolak Ketika Mendaftar Penerbang TNI AU
Sabtu, 24 Mei 2025 - 08:34 WIB
loading...
A
A
A
Setelah tiga tahun menjabat sebagai Komandan Batalyon 401/Banteng Raiders, Rudini dinaikkan pangkatnya menjadi letnan kolonel. Setahun kemudian, pada tahun 1970, Rudini dijadikan Kepala Staf Brigade Infanteri Linud 18/Kostrad.
Sebelum Rudini diangkat menjadi KSAD, sempat ada tiga kandidat yang diusung. Di mana salah satunya adalah Himawan Soesanto.
Bahkan banyak yang menyebut jika Himawan adalah kandidat kuat, mengingat pria asal Jawa Timur itu sempat berhasil menumpas kekuatan pemberontak Andi Selle di Pinrang.
Namun, kenyataannya, tidak satu pun dari ketiga jenderal tersebut yang akhirnya terpilih sebagai KSAD.
Justru, sosok yang dipilih adalah seorang jenderal yang lebih muda dari mereka dan menempuh pendidikan militer di Breda, Belanda, yakni Rudini.
Setelah pensiun dari dunia militer, Rudini sempat mengisi beberapa posisi strategis pemerintahan. Dimana ia sempat menjabat sebagai Kementerian Dalam Negeri Indonesia kabinet Pembangunan V dari 21 Maret 1988 sampai 17 Maret 1993.
Rudini juga pernah juga menjabat sebagai penyelenggara Pemilihan Umum (Pemilu) Indonesia pada 7 Juni 1999.
Ia menjadi pemimpin 52 orang anggota KPU yang bertanggung jawab menyelenggarakan pemilihan umum dengan kontestan multipartai (48 partai politik dengan beragam asas dan kepentingan) pertama setelah 44 tahun.
6. Karir Moncer Hingga Jadi KSAD
Sebelum Rudini diangkat menjadi KSAD, sempat ada tiga kandidat yang diusung. Di mana salah satunya adalah Himawan Soesanto.
Bahkan banyak yang menyebut jika Himawan adalah kandidat kuat, mengingat pria asal Jawa Timur itu sempat berhasil menumpas kekuatan pemberontak Andi Selle di Pinrang.
Namun, kenyataannya, tidak satu pun dari ketiga jenderal tersebut yang akhirnya terpilih sebagai KSAD.
Justru, sosok yang dipilih adalah seorang jenderal yang lebih muda dari mereka dan menempuh pendidikan militer di Breda, Belanda, yakni Rudini.
7. Pernah Jadi Ketua KPU
Setelah pensiun dari dunia militer, Rudini sempat mengisi beberapa posisi strategis pemerintahan. Dimana ia sempat menjabat sebagai Kementerian Dalam Negeri Indonesia kabinet Pembangunan V dari 21 Maret 1988 sampai 17 Maret 1993.
Rudini juga pernah juga menjabat sebagai penyelenggara Pemilihan Umum (Pemilu) Indonesia pada 7 Juni 1999.
Ia menjadi pemimpin 52 orang anggota KPU yang bertanggung jawab menyelenggarakan pemilihan umum dengan kontestan multipartai (48 partai politik dengan beragam asas dan kepentingan) pertama setelah 44 tahun.
(shf)
Lihat Juga :