Denny JA: Perlu Dibentuk Pusat Studi Agama dan Spiritualitas Era AI
Kamis, 24 April 2025 - 07:13 WIB
loading...
A
A
A
Ia menyinggung kembali tragedi sosial-politik akibat konflik identitas dan agama di Indonesia antara 1998–2002, mulai dari Ambon hingga Kalimantan dan NTB.
“Luka-luka itu belum sembuh. Tapi di tengah luka, selalu ada celah untuk cahaya,” ujar Denny.
Menurutnya, spiritualitas berbasis AI bukan untuk menggantikan iman lama, melainkan menyalakan kembali esensi universal: kasih, pengertian, dan keadilan.
Menutup sambutannya, Denny menekankan bahwa gerakan ini baru sebuah langkah kecil, namun berada di jalur yang benar.
“Apakah akan berhasil? Itu urusan masa depan. Tapi kita telah memulainya hari ini. Dan sejarah, kerap berpihak pada mereka yang berani memulai,” tegasnya.
Program Esoterika Fellowship Masuk Kampus, yang dipimpin oleh Ahmad Gaus AF dan Dr. Budhy Munawar Rachman, menjadi bagian penting dari gerakan ini, membawa semangat lintas iman dan nilai-nilai universal ke ruang akademik dan sosial Indonesia.
“Luka-luka itu belum sembuh. Tapi di tengah luka, selalu ada celah untuk cahaya,” ujar Denny.
Menurutnya, spiritualitas berbasis AI bukan untuk menggantikan iman lama, melainkan menyalakan kembali esensi universal: kasih, pengertian, dan keadilan.
Menutup sambutannya, Denny menekankan bahwa gerakan ini baru sebuah langkah kecil, namun berada di jalur yang benar.
“Apakah akan berhasil? Itu urusan masa depan. Tapi kita telah memulainya hari ini. Dan sejarah, kerap berpihak pada mereka yang berani memulai,” tegasnya.
Program Esoterika Fellowship Masuk Kampus, yang dipimpin oleh Ahmad Gaus AF dan Dr. Budhy Munawar Rachman, menjadi bagian penting dari gerakan ini, membawa semangat lintas iman dan nilai-nilai universal ke ruang akademik dan sosial Indonesia.
(shf)
Lihat Juga :