KSFW 2025, Dorong Kreativitas dan Ekonomi Fashion di Kendal
Minggu, 23 Maret 2025 - 16:13 WIB
loading...
Kendal Sharia Fashion Week (KSFW) 2025 mendapat dukungan penuh dari berbagai pemangku kepentingan untuk menjadi salah satu agenda penting, baik di tingkat nasional maupun internasional. FOTO/IST
A
A
A
KENDAL - Pakaian muslim kini memiliki porsi 30% dari pangsa pasar ekonomi fesyen di dunia, menjadikan peran desainer muslim semakin strategis. Untuk itu, event Kendal Sharia Fashion Week (KSFW) 2025 mendapat dukungan penuh dari berbagai pemangku kepentingan untuk menjadi salah satu agenda penting, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Founder Kendal Sharia Fashion Week (KSFW) Diah Ayu mengungkapkan dukungannya terhadap pengembangan event ini dalam keterangan tertulis pada Minggu (23/3/2025).
"Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, mendukung penuh Kendal Sharia Fashion Week untuk dijadikan event tahunan yang masuk dalam agenda event nasional maupun internasional," katanya.
Diah Ayu juga menyampaikan bahwa pelaksanaan pertama kali KSFW di Kendal mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel Wattimena, yang juga seorang desainer, mendorong agar event ini segera didaftarkan agar dapat dilaksanakan setiap tahun. "Pesan saya, agar segera mendaftarkan nama event Kendal Sharia Fashion Week ini, agar bisa menjadi event tahunan," ujarnya.
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari juga memberikan dukungan penuh terhadap acara ini. Menurutnya, KSFW memiliki potensi besar dalam mengangkat kreativitas desainer muda Kendal. "Untuk pelaksanaan tahun depan kami siap untuk mensupport pelaksanaan KSFW," katanya.
Guru Besar Antropologi Universitas Diponegoro (Undip), Prof Mujahirin Thohir menekankan pentingnya dampak ekonomi yang luas bagi Kota Kendal dari acara ini. Kendal, yang dikenal sebagai Kota Santri, harus memastikan bahwa pelaksanaan KSFW dapat membawa manfaat secara ekonomi dan menjaga martabat masyarakat setempat. "Yang paling penting dari acara ini adalah tentang Safety dan Dignity untuk masyarakat Kendal," katanya.
Budayawan Paox Iben Mudhaffar juga menyoroti pentingnya event ini dalam mengingatkan kembali kejayaan industri fashion Kendal. "Dulu Kendal memiliki pabrik tekstil Texmaco pada tahun 1980-an, bahkan pada tahun 1950-an, Kaliwungu sudah dikenal sebagai sentra pasar batik," kenangnya.
Founder Kendal Sharia Fashion Week (KSFW) Diah Ayu mengungkapkan dukungannya terhadap pengembangan event ini dalam keterangan tertulis pada Minggu (23/3/2025).
"Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, mendukung penuh Kendal Sharia Fashion Week untuk dijadikan event tahunan yang masuk dalam agenda event nasional maupun internasional," katanya.
Diah Ayu juga menyampaikan bahwa pelaksanaan pertama kali KSFW di Kendal mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel Wattimena, yang juga seorang desainer, mendorong agar event ini segera didaftarkan agar dapat dilaksanakan setiap tahun. "Pesan saya, agar segera mendaftarkan nama event Kendal Sharia Fashion Week ini, agar bisa menjadi event tahunan," ujarnya.
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari juga memberikan dukungan penuh terhadap acara ini. Menurutnya, KSFW memiliki potensi besar dalam mengangkat kreativitas desainer muda Kendal. "Untuk pelaksanaan tahun depan kami siap untuk mensupport pelaksanaan KSFW," katanya.
Guru Besar Antropologi Universitas Diponegoro (Undip), Prof Mujahirin Thohir menekankan pentingnya dampak ekonomi yang luas bagi Kota Kendal dari acara ini. Kendal, yang dikenal sebagai Kota Santri, harus memastikan bahwa pelaksanaan KSFW dapat membawa manfaat secara ekonomi dan menjaga martabat masyarakat setempat. "Yang paling penting dari acara ini adalah tentang Safety dan Dignity untuk masyarakat Kendal," katanya.
Budayawan Paox Iben Mudhaffar juga menyoroti pentingnya event ini dalam mengingatkan kembali kejayaan industri fashion Kendal. "Dulu Kendal memiliki pabrik tekstil Texmaco pada tahun 1980-an, bahkan pada tahun 1950-an, Kaliwungu sudah dikenal sebagai sentra pasar batik," kenangnya.
Lihat Juga :