Bangunan Liar di Bantaran Kali Bekasi Dibongkar, Kades Kritik Dedi Mulyadi Otoriter: Bukan Zaman Penjajah Ini

Sabtu, 15 Maret 2025 - 06:17 WIB
loading...
Bangunan Liar di Bantaran...
Sejumlah bangunan liar di Bantaran Kali Sepak Gabus, Desa Srijaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, dibongkar menggunakan alat berat excavator, Jumat (14/3/2025). FOTO/ADE SUHARDI
A A A
BEKASI - Sejumlah bangunan liar di Bantaran Kali Sepak Gabus, Desa Srijaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, dibongkar menggunakan alat berat excavator, Jumat (14/3/2025). Pembongkaran atas perintah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi itu membuat warga kecewa, karena dilakukan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

Seorang warga bernama Wana (55), pedagang sate di lokasi tersebut mengaku kecewa lantaran tempatnya mencari nafkah justru dibongkar tanpa pemberitahuan. Padahal mereka tengah mengumpulkan uang menjelang lebaran.

"Hari ini mau digusur saya nggak tahu ya. Cuma dibilangin nggak, tahu-tahu saya digerebek gini. Saya keluar-keluarin barang-barang katanya mau digusur," kata Wana di Kampung Gabus saat penggusuran.



Wana mengaku sudah 45 tahun berjualan sate bersama suami dan anaknya di lokasi penggusuran tersebut. Dia juga mengaku mendapatkan informasi bahkan akan ada penggusuran. Namun penggusuran baru akan dilakukan setelah lebaran, sekitar tanggal 10 April mendatang.

Padahal warga yang tinggal maupun berjualan diberi waktu untuk memersiapkan diri. Namun, penggusuran tiba-tiba dilakukan tanpa diberi surat pemberitahuan.

"Tahunya tanggal 10 April mau digusur abis lebaran. Nah yang hari ini, lurah gak tau , camat gak tau. Tahu-tahu hari ini dibongkar. Gak ada (surat pemberitahuan). Cuma sebelah pihak doank ini mah. Dari Pak RT. Tahu-tahu digusur, baru dikasih tahu sore kemarin," katanya.

Warga lainnya, Munadi (60) yang sudah tinggal sejak 1995 ini mengaku tidak pernah diberikan surat pemberitahuan apapun soal penggusuran ini. Ia pun langsung mendatangi kantor kecamatan untuk memertanyakan nasibnya.

"Nggak ada pemberitahuan, SP (surat peringatan) 1, SP2, SP3 nggak ada sama sekali, nggak sesuai prosedur. Ya kami rakyat nggak menolak digusur, yang penting dibikin enak seperti apa," katanya.

Baca juga: Dedi Mulyadi Temukan Bantaran Sungai Bekasi Bersertifikat Hak Milik

Kepala Desa Srijaya, Canih Hermansyah mengatakan, penggusuran bangunan liar semestinya dilakukan sesuai prosedur dengan menerbitkan surat pemberitahuan hingga sosialisasi. Sebab, penggusuran berkaitan dengan kebutuhan dasar warga, baik itu tempat tinggal maupun tempat usaha.

"Ya terkait kegiatan hari ini, saya tuh merasa kaget karena kemarin sore (Kamis) sekitar jam 16.00 WIB saya kumpul dengan Ketua BPD bahwa hari ini (Jumat) ada eksekusi. Padahal pemberitahuannya belum. Seharusnya ini dijalankan sesuai dengan SOP, teguran pertama, kedua, ketiga, sosialisasi dulu, jangan seperti ini. Lah ini negara, bukan negara jajahan, kita sudah merdeka. Artinya SOP dijalankan dulu sesuai dengan prosedurnya," katanya.

"Saya bukan tidak mendukung pembangunan daerah, bukan, saya mendukung. Tapi caranya yang salah. Bukan zaman penjajah ini," ujar Canih, melanjutkan.

Kepala desa itu bahkan menyebut Dedi Mulyadi otoriter. Canih mengkritik langkah Gubernur Dedi Mulyadi yang dinilai hanya membuat keramaian semata tanpa memerhatikan prosedur.

"Lah kalau bikin ramai buat apaan, bikin keruh saja. Cuma Pak Gubernur itu menjalankan pemerintahannya seperti otoriter, mentang-mentang dia gubernur tidak melihat keadaan, paling tidak dia berbuat dulu sesuai SOP, SOP jalankan, teguran pertama, kedua, dan ketiga, sosialisasi kepada masyarakat, itu dijalankan dulu. Saya dukung pembangunan daerah, saya dukung, saya sebagai kepala desa sangat mendukung pembangunan daerah, tapi bukan caranya seperti ini," katanya.

Sementara itu, Dedi Mulyadi tidak menjelaskan lebih lanjut soal keluhan warga yang tidak diberi pemberitahuan soal penggusuran tersebut. Meski begitu, dia mengaku sempat ada penolakan meski akhirnya warga menyetujui.

"Saya melakukan normalisasi sungai membongkar bangunan-bangunan liar, sempat ada penolakan sampai akhirnya warga mau," katanya.

Sedangkan terkait ganti rugi, Dedi mengatakan bakal dilakukan berdasarkan penghitungan bangunan. "Soal ganti ruginya kita lihat nanti, disesuaikan dengan bangunan. Bangunan berapa sih harganya. (Jumlah dibongkar) saya tidak tahu berapa jumlahnya yang jelas sepanjang sungai ini banglinya dibongkar," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Atasi Kekeringan, Warga...
Atasi Kekeringan, Warga Bekasi Bisa Dapat Bantuan Air Bersih Gratis
PLN Cikarang Tegaskan...
PLN Cikarang Tegaskan Jarak Aman 3 Meter, Kegiatan Berisiko Tinggi Wajib Koordinasi
Masyarakat Diimbau Jaga...
Masyarakat Diimbau Jaga Jarak Aman 3 Meter dari Jaringan dan Instalasi Listrik
Hasil Autopsi Ungkap...
Hasil Autopsi Ungkap Balita di Bekasi Tewas dengan 32 Tusukan
Pejalan Kaki Tewas Tertemper...
Pejalan Kaki Tewas Tertemper KA Cikarang-Kampung Bandan di Bekasi
Gelar Tes Urine, Konsumen...
Gelar Tes Urine, Konsumen Vape di Bekasi Tegaskan Negatif Narkoba
Buntut Tabrakan Kereta...
Buntut Tabrakan Kereta di Bekasi, Izin Taksi Green SM Terancam Dicabut
Danantara Bakal Evaluasi...
Danantara Bakal Evaluasi Manajemen KAI Buntut Tabrakan KRL dan Argo Bromo
Anggaran Keselamatan...
Anggaran Keselamatan KAI Disorot Usai Tragedi Tabrakan di Bekasi
Rekomendasi
Refly Harun Desak PN...
Refly Harun Desak PN Jakarta Timur Bolehkan Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa
Danone Indonesia Dorong...
Danone Indonesia Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Percepat Praktik Bisnis Berkelanjutan
5 Artis yang Ramaikan...
5 Artis yang Ramaikan HYROX Jakarta 2026, Luna Maya hingga Cinta Laura
Berita Terkini
Kepala UPTD Diciptabintar...
Kepala UPTD Diciptabintar Pemkot Bandung Dorong Penegakan Aturan Pemanfaatan Ruang
JKF Fun Padel Competition...
JKF Fun Padel Competition 2026 Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Instansi di Jakarta
Isak Tangis Keluarga...
Isak Tangis Keluarga Kecelakaan Maut di Bekasi Timur: Saya Nggak Kuat Anaknya Masih Kecil
Manfaat MBG Dirasakan...
Manfaat MBG Dirasakan Petani dan Pedagang di Pedesaan dan Daerah 3T
Jro Bima, Memperluas...
Jro Bima, Memperluas Pengabdian untuk Bali lewat Jalur Politik
Polisi Amankan Sopir...
Polisi Amankan Sopir Truk Kecelakaan Maut di Bekasi
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved