Sosok 3 Srikandi Penjaga Perbatasan Banyumas, Dihadang Warga hingga Menemukan Saudara
Jum'at, 07 Maret 2025 - 15:30 WIB
loading...
A
A
A
“Saya akhirnya berinisiatif membawa kerumah sakit untuk dirawat dan untuk berobat rutin. Sementara anak yang ingin kuliah saya bantu dengan kerjasama Univeristas Muhamadiyah Purwokerto dan alhamdulillah bisa kuliah gratis,” kata Ika sambil terharu.
![Sosok 3 Srikandi Penjaga Perbatasan Banyumas, Dihadang Warga hingga Menemukan Saudara]()
Foto/iNews TV/Saladin Ayyubi
“Stop bu…stop…,” teriak seorang pemuda ditengah jalan sambil berusaha mengentikan laju mobil yang melintas di jalan Desa Cirahab. Sopir dan penumpangnya yaitu Susanti Tri Pamuji tentu saja terkejut dan cukup khawatir. Namun mereka segera turun untuk menanyakan pada warga yang menghentikan laju kendaraanya.
“Maaf bu camat, embah saya ingin berfoto bareng bu camat. Embah saya sudah sepuh ada dipinggir jalan,” pemuda itu menunjuk wanita tua tak jauh darinya.
Santi Tri Pamuji atau yang biasa akrab dipanggil BCL atau Bu Camat Lumbir inipun tertawa mengetahui hal ini. Ia segera menghampiri seorang nenek yang berumur kurang lebih 80 tahun untuk berfoto bersama.
“Ternyata nenek itu suka dengan camat wanita dan penasaran pengin foto bersama. Makanya saya disuruh turun untuk foto bersama dan nenek itu menunggu dipinggir jalan karena tahu saya akan lewat,” cerita Santi sambil tertawa.
Ia juga pernah tiba-tiba dikejutkan seorang ibu yang sedang hamil hanya meminta BCL untuk mengelus perutnya.
“Saya manut saja untuk mengelus, tentu saja sambil saya doakan kehamilan ibunya ini,” ujarnya.
Berdinas di Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas ini memang berbeda dari wilayah yang lain. Wilayah kecamatan paling ujung barat Kabupaten Banyumas dengan luas wilayah 10.266,095 Ha atau 102,66 Km2 dan berada di ketinggian 35 – 40 m dari permukaan laut memiliki curah hujan 2.227 mm/ tahun.
Alumni STPDN angkatan XIII dalam berdinas di wilayah tergolong rawan bencana tanah longsor merupakan tantangan tersendiri. Tak hanya longsor, wilayah jalan nasional di Lumbir juga rawan banjir serta potensi kebakaran hutan saat musim kemarau tiba.
Kondisi wilayah perbukitan ini dikenal sulit air namun mudah longsor saat hujan turun. Wilayah ini bergantung pada Sungai Citanduy untuk kebutuhan airnya.
Selama ia berdinas 2 tahun sebagai camat, dari 10 desa di wilayahnya, terdata ada 3 desa yang selalu kesulitan air bersih saat musim kemarau yaitu Desa Cingebul, Desa Besuki dan Desa Dermaji.
Saat musim kemarau wilayah Lumbir juga rawan kebakaran hutan. Santi bahkan harus turun ikut ke lokasi kebakaran kapanpun ketika tiba-tiba mendapatkan informasi kebakaran hutan.
Dihadang Warga di Tengah Jalan Desa

Foto/iNews TV/Saladin Ayyubi
“Stop bu…stop…,” teriak seorang pemuda ditengah jalan sambil berusaha mengentikan laju mobil yang melintas di jalan Desa Cirahab. Sopir dan penumpangnya yaitu Susanti Tri Pamuji tentu saja terkejut dan cukup khawatir. Namun mereka segera turun untuk menanyakan pada warga yang menghentikan laju kendaraanya.
“Maaf bu camat, embah saya ingin berfoto bareng bu camat. Embah saya sudah sepuh ada dipinggir jalan,” pemuda itu menunjuk wanita tua tak jauh darinya.
Santi Tri Pamuji atau yang biasa akrab dipanggil BCL atau Bu Camat Lumbir inipun tertawa mengetahui hal ini. Ia segera menghampiri seorang nenek yang berumur kurang lebih 80 tahun untuk berfoto bersama.
“Ternyata nenek itu suka dengan camat wanita dan penasaran pengin foto bersama. Makanya saya disuruh turun untuk foto bersama dan nenek itu menunggu dipinggir jalan karena tahu saya akan lewat,” cerita Santi sambil tertawa.
Ia juga pernah tiba-tiba dikejutkan seorang ibu yang sedang hamil hanya meminta BCL untuk mengelus perutnya.
“Saya manut saja untuk mengelus, tentu saja sambil saya doakan kehamilan ibunya ini,” ujarnya.
Berdinas di Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas ini memang berbeda dari wilayah yang lain. Wilayah kecamatan paling ujung barat Kabupaten Banyumas dengan luas wilayah 10.266,095 Ha atau 102,66 Km2 dan berada di ketinggian 35 – 40 m dari permukaan laut memiliki curah hujan 2.227 mm/ tahun.
Alumni STPDN angkatan XIII dalam berdinas di wilayah tergolong rawan bencana tanah longsor merupakan tantangan tersendiri. Tak hanya longsor, wilayah jalan nasional di Lumbir juga rawan banjir serta potensi kebakaran hutan saat musim kemarau tiba.
Kondisi wilayah perbukitan ini dikenal sulit air namun mudah longsor saat hujan turun. Wilayah ini bergantung pada Sungai Citanduy untuk kebutuhan airnya.
Selama ia berdinas 2 tahun sebagai camat, dari 10 desa di wilayahnya, terdata ada 3 desa yang selalu kesulitan air bersih saat musim kemarau yaitu Desa Cingebul, Desa Besuki dan Desa Dermaji.
Saat musim kemarau wilayah Lumbir juga rawan kebakaran hutan. Santi bahkan harus turun ikut ke lokasi kebakaran kapanpun ketika tiba-tiba mendapatkan informasi kebakaran hutan.
Lihat Juga :