Festival Wana Lestari Momentum Unjuk Program Perhutanan Sosial Masyarakat Desa Banyurip Sragen
Senin, 03 Maret 2025 - 11:28 WIB
loading...
A
A
A
Secara ekologi, hutan bisa menjadi wilayah resapan air dan memulihkan sumber-sumber air yang selama ini mati dan memulihkan sumber keragaman hayati untuk mendukung kebutuhan masyarakat.
Secara ekonomi, masyarakat dapat mengembangkan komoditas tanaman produksi yang dapat hidup selaras dengan ekosistem hutan dan dapat menjadi sumber pendapatan. Secara sosial kawasan hutan dapat menjadi pusat edukasi dan penelitian terkait keragaman dan pengelolaan ekosistem hutan.
Tujuan-tujuan tersebut diwujudkan melalui program perhutanan sosial yang sudah dijalankan. Maka itu, untuk menyebarluaskan pembelajaran dan mendapatkan dukungan dari para pihak, LPTP bersama Yayasan KEHATI menggelar festival lingkungan bertajuk Festival Wana Lestari.
Selain sebagai ajang promosi, kegiatan ini diharapkan dapat membangun kerja sama dari para pemangku kepentingan yang hadir terkait strategi pengelolaan kawasan perhutanan sosial berkelanjutan di Desa Banyurip.
Direktur Program Yayasan KEHATI Dr Rony Megawanto mengatakan sudah saatnya bangsa Indonesia hidup harmonis dan selaras dengan alam. Hal ini dimulai dari wilayah perdesaan, khususnya yang tinggal dekat dengan kawasan hutan. Begitu pun dengan Desa Banyurip. Jika ekosistemnya rusak, maka yang paling terkena dampaknya adalah masyarakat sekitar.
Secara ekonomi, masyarakat dapat mengembangkan komoditas tanaman produksi yang dapat hidup selaras dengan ekosistem hutan dan dapat menjadi sumber pendapatan. Secara sosial kawasan hutan dapat menjadi pusat edukasi dan penelitian terkait keragaman dan pengelolaan ekosistem hutan.
Tujuan-tujuan tersebut diwujudkan melalui program perhutanan sosial yang sudah dijalankan. Maka itu, untuk menyebarluaskan pembelajaran dan mendapatkan dukungan dari para pihak, LPTP bersama Yayasan KEHATI menggelar festival lingkungan bertajuk Festival Wana Lestari.
Selain sebagai ajang promosi, kegiatan ini diharapkan dapat membangun kerja sama dari para pemangku kepentingan yang hadir terkait strategi pengelolaan kawasan perhutanan sosial berkelanjutan di Desa Banyurip.
Direktur Program Yayasan KEHATI Dr Rony Megawanto mengatakan sudah saatnya bangsa Indonesia hidup harmonis dan selaras dengan alam. Hal ini dimulai dari wilayah perdesaan, khususnya yang tinggal dekat dengan kawasan hutan. Begitu pun dengan Desa Banyurip. Jika ekosistemnya rusak, maka yang paling terkena dampaknya adalah masyarakat sekitar.
Lihat Juga :