Menengok Koleksi Keris di Museum Singhasari Malang, Konon Ada yang untuk Pesugihan
Sabtu, 22 Februari 2025 - 12:58 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, selama berada di museum, keris-keris itu tidak pernah menimbulkan kejadian yang janggal. Bahkan beberapa pengakuan pekerja juga tak mendapati kejadian janggal dari energi dari keris-keris kuno yang ada.
"Di museum kami benda-benda pusaka tidak pernah ada masalah apa-apa, aman-aman saja, bahkan saat pegangan anak SD juga enggak apa-apa. Jadi jangan kami memberikan pemahaman, benda-benda sejarah ini bukan mistis, ini edukasi pendidikan, logis," terangnya.
Dirinya menambahkan, penjelasan logis dan sesuai keilmuan diperlukan untuk menepis anggapan keris - keris ini memiliki penunggu jin. Mengingat keris juga merupakan sebuah mahakarya yang dibuat sedemikian rupa.
"Keris pemikiran orang-orang saat ini pasti ada jinnya. Kan kami di museum ini mencoba melihat sebagai sebuah mahakarya, itu karya. Kenapa keris ini bisa ditaruh di lemari bisa goyang-goyang. Karena itu mahakarya, berdiri karena dia senter seimbang bikinnya, bisa goyang-goyang karena dia magnetis, tanpa lipat itu jadi magnet. Memberikan penjelasan secara rasional," paparnya.
Sayang dari beberapa keris yang ada di Museum Singhasari, pihak Museum belum melakukan penelitian lebih lanjut. Namun, pihaknya berencana untuk melakukan kajian keilmuan mulai dari sisi arkeologis hingga kesejarahan.
"Kami punya dari Kerajaan Singasari, Majapahit kami punya, ada keris satu yang ada ukiran-ukiran tembusan itu yang belum tahu dari tahun kapan. Kelihatan kalau keris baru, keris lama kelihatan. Dari pori-pori batunya, dari bentuknya," tuturnya.
"Akan kami kaji dari bidang keilmuan arkeologi dan kesejarahan. Terus pengkajian ini juga terkait lokasi penemuan, sehingga nanti bisa dikaitkan dengan sejarah," pungkasnya.
"Di museum kami benda-benda pusaka tidak pernah ada masalah apa-apa, aman-aman saja, bahkan saat pegangan anak SD juga enggak apa-apa. Jadi jangan kami memberikan pemahaman, benda-benda sejarah ini bukan mistis, ini edukasi pendidikan, logis," terangnya.
Dirinya menambahkan, penjelasan logis dan sesuai keilmuan diperlukan untuk menepis anggapan keris - keris ini memiliki penunggu jin. Mengingat keris juga merupakan sebuah mahakarya yang dibuat sedemikian rupa.
"Keris pemikiran orang-orang saat ini pasti ada jinnya. Kan kami di museum ini mencoba melihat sebagai sebuah mahakarya, itu karya. Kenapa keris ini bisa ditaruh di lemari bisa goyang-goyang. Karena itu mahakarya, berdiri karena dia senter seimbang bikinnya, bisa goyang-goyang karena dia magnetis, tanpa lipat itu jadi magnet. Memberikan penjelasan secara rasional," paparnya.
Sayang dari beberapa keris yang ada di Museum Singhasari, pihak Museum belum melakukan penelitian lebih lanjut. Namun, pihaknya berencana untuk melakukan kajian keilmuan mulai dari sisi arkeologis hingga kesejarahan.
"Kami punya dari Kerajaan Singasari, Majapahit kami punya, ada keris satu yang ada ukiran-ukiran tembusan itu yang belum tahu dari tahun kapan. Kelihatan kalau keris baru, keris lama kelihatan. Dari pori-pori batunya, dari bentuknya," tuturnya.
"Akan kami kaji dari bidang keilmuan arkeologi dan kesejarahan. Terus pengkajian ini juga terkait lokasi penemuan, sehingga nanti bisa dikaitkan dengan sejarah," pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :