Sejarah Kereta Api Rangkasbitung-Labuan, Langganan Noni Belanda Bertamasya
Jum'at, 14 Februari 2025 - 07:49 WIB
loading...
A
A
A
Kereta api pertama berangkat sekitar pukul 05.13 WIB dari Labuan dan tiba sekitar pukul 07.51 WIB pagi di Rangkasbitung. Kereta api terakhir berangkat dari Rangkasbitung sekitar pukul 16.00 WIB dan tiba senja hari, 18.24 WIB di Labuan.
Stasiun paling sibuk di lintas ini, di luar Rangkasbitung, adalah Labuan yang melayani naik-turun penumpang sebanyak 53-136 ribu orang per tahun serta pengangkutan barang hingga sejumlah hampir 7 ribu ton per tahun, di antara tahun 1950-1953. Stasiun kedua tersibuk adalah Menes, yang melayani antara 44-89 ribu penumpang per tahun pada kurun waktu yang sama.
"Kereta api di lintas ini pada masa lalu dimanfaatkan, salah satunya, untuk mengangkut ikan dari Labuan untuk dijual ke Jakarta. Dan sebaliknya membawa garam dari Tanah Abang untuk pembuatan ikan asin di Labuan," katanya.
Jumlah stasiun dilintasi Kereta Rangkasbitung-Labuan kurang lebih 17 stasiun. Dari 17 stasiun yang akan diaktifkan untuk di Kabupaten Pandeglang itu lima stasiun. "Yakni Stasiun Pandeglang, Kadukacang, Saketi, Menes, dan Labuan. Ke-lima stasiun ini dipilih sebagai stasiun yang direncanakan untuk dihidupkan kembali," ungkapnya.
Bupati Pandeglang Irna Narulita reaktivasi jalur kereta api (KA) Rangkasbitung-Labuan yang mulai digarap tahun ini. "Proyek strategis nasional (PSN) reaktivasi kereta api Pandeglang, ini merupakan mimpi masyarakat kami ada konektivitas transportasi moda jalur kereta api yang dulu pernah ada tapi di tahun 1984 ditutup," jelasnya.
Dengan adanya jalur kereta api yang dalam grand designnya segmen pertama dibangun dari Rangkasbitung-Stasiun Pandeglang dan Segmen kedua dari Pandeglang sampai Stasiun Labuan.
"Jika terbangun akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang akan mensejahterakan masyarakat Pandeglang, kami akan terus mengawal dan mensukseskan program ini agar tidak ada lagi kesenjangan ketimpangan antara Banten utara dengan Banten selatan, yuk kita sama-sama berdoa agar program ini bisa cepat terealisasikan di mulai di tahun 2025," pungkasnya.
Stasiun paling sibuk di lintas ini, di luar Rangkasbitung, adalah Labuan yang melayani naik-turun penumpang sebanyak 53-136 ribu orang per tahun serta pengangkutan barang hingga sejumlah hampir 7 ribu ton per tahun, di antara tahun 1950-1953. Stasiun kedua tersibuk adalah Menes, yang melayani antara 44-89 ribu penumpang per tahun pada kurun waktu yang sama.
"Kereta api di lintas ini pada masa lalu dimanfaatkan, salah satunya, untuk mengangkut ikan dari Labuan untuk dijual ke Jakarta. Dan sebaliknya membawa garam dari Tanah Abang untuk pembuatan ikan asin di Labuan," katanya.
Jumlah stasiun dilintasi Kereta Rangkasbitung-Labuan kurang lebih 17 stasiun. Dari 17 stasiun yang akan diaktifkan untuk di Kabupaten Pandeglang itu lima stasiun. "Yakni Stasiun Pandeglang, Kadukacang, Saketi, Menes, dan Labuan. Ke-lima stasiun ini dipilih sebagai stasiun yang direncanakan untuk dihidupkan kembali," ungkapnya.
Bupati Pandeglang Irna Narulita reaktivasi jalur kereta api (KA) Rangkasbitung-Labuan yang mulai digarap tahun ini. "Proyek strategis nasional (PSN) reaktivasi kereta api Pandeglang, ini merupakan mimpi masyarakat kami ada konektivitas transportasi moda jalur kereta api yang dulu pernah ada tapi di tahun 1984 ditutup," jelasnya.
Dengan adanya jalur kereta api yang dalam grand designnya segmen pertama dibangun dari Rangkasbitung-Stasiun Pandeglang dan Segmen kedua dari Pandeglang sampai Stasiun Labuan.
"Jika terbangun akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang akan mensejahterakan masyarakat Pandeglang, kami akan terus mengawal dan mensukseskan program ini agar tidak ada lagi kesenjangan ketimpangan antara Banten utara dengan Banten selatan, yuk kita sama-sama berdoa agar program ini bisa cepat terealisasikan di mulai di tahun 2025," pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :