Wabah Corona Sedot Anggaran Belanja Tak Terduga Jabar Rp2,3 Triliun
Rabu, 02 September 2020 - 22:14 WIB
loading...
A
A
A
"Kita tidak bisa memprediksi kapan pandemi berakhir. Di bidang kesehatan, pembelian kebutuhan penanganan COVID-19 terus berjalan. Di jaring pengaman sosial, data terus bergerak. Maka, kami harus menyesuaikan perencanaan anggaran dengan kondisi tersebut," tutur dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar Berli Hamdani mengatakan, pos terbesar anggaran BTT bidang kesehatan dimanfaatkan untuk pengadaan perlengkapan tes COVID-19, alat pelindung diri (APD), alat kesehatan, dan bahan habis pakai laboratorium. "Saat awal pandemi, permasalahan yang dihadapi adalah ketersediaan barang di pasaran dan tingginya harga barang," kata Berli.
Anggaran BTT bidang kesehatan juga dimanfaatkan untuk pemenuhan operasional pusat isolasi pasien COVID-19, baik pusat isolasi rumah sakit rujukan maupun non-rumah sakit.
Selain itu, anggaran BTT bidang kesehatan juga digunakan untuk meningkatkan kapasitas pengetesan (testing) uji usap (swab test) lewat metode polymerase chain reaction (PCR).
"Untuk mengejar standar WHO, kita melakukan swab test kepada 1 persen penduduk. Kami memerlukan mesin PCR dan perlengkapan tes seperti bahan habis pakai laboratorium," ujar dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar Berli Hamdani mengatakan, pos terbesar anggaran BTT bidang kesehatan dimanfaatkan untuk pengadaan perlengkapan tes COVID-19, alat pelindung diri (APD), alat kesehatan, dan bahan habis pakai laboratorium. "Saat awal pandemi, permasalahan yang dihadapi adalah ketersediaan barang di pasaran dan tingginya harga barang," kata Berli.
Anggaran BTT bidang kesehatan juga dimanfaatkan untuk pemenuhan operasional pusat isolasi pasien COVID-19, baik pusat isolasi rumah sakit rujukan maupun non-rumah sakit.
Selain itu, anggaran BTT bidang kesehatan juga digunakan untuk meningkatkan kapasitas pengetesan (testing) uji usap (swab test) lewat metode polymerase chain reaction (PCR).
"Untuk mengejar standar WHO, kita melakukan swab test kepada 1 persen penduduk. Kami memerlukan mesin PCR dan perlengkapan tes seperti bahan habis pakai laboratorium," ujar dia.
(awd)
Lihat Juga :