Perlawanan Sengit Pejuang Padri yang Merepotkan Pasukan Belanda saat Pertempuran di Agam
Rabu, 15 Januari 2025 - 07:58 WIB
loading...
A
A
A
Kekalahan di benteng pertahanan itu membuat Padri terpaksa mengadakan perdamaian dengan Belanda. Perundingan ini juga sebenarnya hanya menguntungkan pihak Belanda untuk menunda waktu guna memperkuat diri.
Baca juga: Kisah Pasukan Belanda Terkena Jebakan Warlok Pro Padri hingga Kalah Sebelum Berperang
Pengiriman pasukan-pasukan oleh Raaff pada tanggal 29 Februari 1824, terdiri atas 150 orang serdadu Eropa, 150 orang Madura, dan 1.000 orang bumi putra setempat dengan perlengkapan meriam tiga pon dan howitser, ke daerah Pandai Sikat dimaksudkan untuk menjaga kemungkinan apabila usahanya, untuk mengajak berdamai tidak mendapat sambutan dari kaum Padri.
Tuanku Damasiang, seorang pemimpin Padri di Kota Lawas menolak untuk berdamai dengan Belanda sehingga mendapat serangan dari pasukan lawan. Kota Lawas dibakar dan Tuanku Damasiang terpaksa menyerah karena kepungan pasukan Belanda tersebut.
Pendudukan daerah VI Kota oleh pasukan Belanda menimbulkan kemarahan kaum Padri di Bonjol. Meninggalnya Letnan Kolonel Raaff karena sakit pada tanggal 19 April 1824 merupakan kesempatan baik bagi mereka untuk kembali mengobarkan perang.
Baca juga: Kisah Pasukan Belanda Terkena Jebakan Warlok Pro Padri hingga Kalah Sebelum Berperang
Pengiriman pasukan-pasukan oleh Raaff pada tanggal 29 Februari 1824, terdiri atas 150 orang serdadu Eropa, 150 orang Madura, dan 1.000 orang bumi putra setempat dengan perlengkapan meriam tiga pon dan howitser, ke daerah Pandai Sikat dimaksudkan untuk menjaga kemungkinan apabila usahanya, untuk mengajak berdamai tidak mendapat sambutan dari kaum Padri.
Tuanku Damasiang, seorang pemimpin Padri di Kota Lawas menolak untuk berdamai dengan Belanda sehingga mendapat serangan dari pasukan lawan. Kota Lawas dibakar dan Tuanku Damasiang terpaksa menyerah karena kepungan pasukan Belanda tersebut.
Pendudukan daerah VI Kota oleh pasukan Belanda menimbulkan kemarahan kaum Padri di Bonjol. Meninggalnya Letnan Kolonel Raaff karena sakit pada tanggal 19 April 1824 merupakan kesempatan baik bagi mereka untuk kembali mengobarkan perang.
(shf)
Lihat Juga :