Kisah 2 Pemimpin Perang Jawa Berselisih saat Pangeran Diponegoro Kobarkan Perang Melawan Belanda
Senin, 30 Desember 2024 - 06:11 WIB
loading...
A
A
A
Kiai Mojo juga konon mengecilkan peran dari sang pangeran di Surakarta dengan mengatakan bahwa Keraton Sunan tak lagi bersimpati pada Pangeran Diponegoro.
Hal ini memicu sikap Pangeran Diponegoro yang kian jengkel kepada Kiai Mojo yang dianggapnya sombong, sebagaimana dikisahkan pada buku "Takdir Riwayat Pangeran Diponegoro 1785 - 1855" dari Peter Carey.
Baca juga: Hasto Bakal Ungkap Skandal Korupsi Pejabat Negara, PDIP: Bukan Gertak Sambal, Ini Bom Nuklir!
Sontak saja perselisihan kedua pemimpin Perang Jawa itu mempengaruhi gerakan pasukan untuk maju. Bahkan beberapa minggu setelahnya saat pangeran menyerang maju, justru menderita kekalahan di Gawok, sebelah barat daerah Surakarta.
Kekalahan di peperangan di Gawok menjadikan kedua pemimpin Perang Jawa itu saling menyalahkan. Pendukung Pangeran Diponegoro dari keraton menuding Kiai Mojo menjadi biang keladi kekalahan serbuan pasukan ke penjajah Belanda tersebut.
Kiai Mojo dan keluarganya dituding mendorong - dorong menyerang Surakarta sebetulnya demi kepentingan mereka sendiri di masa depan.
Hal ini memicu sikap Pangeran Diponegoro yang kian jengkel kepada Kiai Mojo yang dianggapnya sombong, sebagaimana dikisahkan pada buku "Takdir Riwayat Pangeran Diponegoro 1785 - 1855" dari Peter Carey.
Baca juga: Hasto Bakal Ungkap Skandal Korupsi Pejabat Negara, PDIP: Bukan Gertak Sambal, Ini Bom Nuklir!
Sontak saja perselisihan kedua pemimpin Perang Jawa itu mempengaruhi gerakan pasukan untuk maju. Bahkan beberapa minggu setelahnya saat pangeran menyerang maju, justru menderita kekalahan di Gawok, sebelah barat daerah Surakarta.
Kekalahan di peperangan di Gawok menjadikan kedua pemimpin Perang Jawa itu saling menyalahkan. Pendukung Pangeran Diponegoro dari keraton menuding Kiai Mojo menjadi biang keladi kekalahan serbuan pasukan ke penjajah Belanda tersebut.
Kiai Mojo dan keluarganya dituding mendorong - dorong menyerang Surakarta sebetulnya demi kepentingan mereka sendiri di masa depan.
Lihat Juga :