Kisah 2 Pemimpin Perang Jawa Berselisih saat Pangeran Diponegoro Kobarkan Perang Melawan Belanda
Senin, 30 Desember 2024 - 06:11 WIB
loading...
Perselisihan Pangeran Diponegoro dengan Kiai Mojo menyebabkan kekalahan saat perang melawan Belanda di markas pasukan penjajah, kawasan Gawok, 15 Oktober 1826. Foto/Ist
A
A
A
YOGYAKARTA - Perselisihan Pangeran Diponegoro dengan Kiai Mojo menyebabkan kekalahan saat perang melawan Belanda. Konon kesombongan Kiai Mojo yang membuat Pangeran Diponegoro dibuat emosi.
Tak ayal pasukan Pangeran Diponegoro pergerakannya pun terhambat. Pangeran Diponegoro gagal memenangi Perang Jawa, imbas perselisihannya dengan Kiai Mojo. Saat itu peperangan Jawa terjadi di markas pasukan penjajah di Gawok, sebelah barat Surakarta (Solo), pada 15 Oktober 1826.
Baca juga: Panglima Perang Legendaris Dunia, Pangeran Diponegoro Salah Satunya
Saat itu di ujung Agustus 1826, ketika sebagian daerah asalnya Pajang sudah berada di bawah kontrol pangeran, Kiai Mojo mulai mendorong-dorong agar segera dilakukan serangan besar-besaran ke Surakarta. Kiai Mojo melihat semua ini disebabkan pengaruh pribadinya.
Ia sambil sesumbar bahwa generasi para pangeran terdahulu di Surakarta belajar di bawah bimbingan ayahnya Kiai Baderan, dan sekarang anak-anak mereka adalah murid-muridnya.
Tak ayal pasukan Pangeran Diponegoro pergerakannya pun terhambat. Pangeran Diponegoro gagal memenangi Perang Jawa, imbas perselisihannya dengan Kiai Mojo. Saat itu peperangan Jawa terjadi di markas pasukan penjajah di Gawok, sebelah barat Surakarta (Solo), pada 15 Oktober 1826.
Baca juga: Panglima Perang Legendaris Dunia, Pangeran Diponegoro Salah Satunya
Saat itu di ujung Agustus 1826, ketika sebagian daerah asalnya Pajang sudah berada di bawah kontrol pangeran, Kiai Mojo mulai mendorong-dorong agar segera dilakukan serangan besar-besaran ke Surakarta. Kiai Mojo melihat semua ini disebabkan pengaruh pribadinya.
Ia sambil sesumbar bahwa generasi para pangeran terdahulu di Surakarta belajar di bawah bimbingan ayahnya Kiai Baderan, dan sekarang anak-anak mereka adalah murid-muridnya.
Lihat Juga :