Polda Jateng Tetapkan Tersangka Kasus Tewasnya Mahasiswa PPDS Anestesi FK Undip

Senin, 23 Desember 2024 - 18:36 WIB
loading...
Polda Jateng Tetapkan...
Polda Jateng telah menetapkan tersangka kasus tewasnya mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi Fakultas Kedokteran Undip Semarang. Foto/Ilustrasi/Dok.SINDOnews
A A A
SEMARANG - Kasus tewasnya mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Jateng akhirnya sampai ke babak baru.

Teranyar, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jateng telah menetapkan tersangka atas kasus tersebut.

Baca juga: Keluarga Almarhum dr Aulia Risma Lestari Lapor ke Polda Jateng: Terlapor Senior PPDS Undip

Direktur Reskrimum Polda Jateng Kombes Pol Dwi Subagio membenarkan hal itu.

“Nggih Mas, hasil gelar perkara PPDS sudah ada,” kata Kombes Dwi kepada MNC Portal, Senin (23/12/2024) siang.



Namun demikian, Kombes Dwi belum bersedia membeber siapa tersangka kasus tersebut dan delik apa yaang disangkakan kepada tersangka. Termasuk pula dari pihak mana tersangka kasus tersebut.

“Monggo bisa ditanyakan ke Kabid Humas (Polda Jateng), ditunggu saja dari Kabid Humas (lebih lengkapnya)," ujarnya.

Baca juga: Sosok dr Aulia Risma, Dokter Muda PPDS Anestesi FK Undip yang Bunuh Diri karena Di-bully

Sementara, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto saat dihubungi via telepon belum merespons. Dia mengirimkan pesan meminta waktu mempelajarinya.

“Saya masih di luar sedang cek Pos Nataru, hasil gelar perkara harus saya baca dan pahami dan diskusikan dengan Dir Krimum dahulu, baru bisa wawancara,” kata Kombes Artanto.

Diketahui, almarhumah dr. Aulia Risma Lestari, yang merupakan mahasiswi PPDS Anestesi Fakultas Kedokteran Undip, lewat keluarga dan kuasa hukumnya, Misyal Ahmad, mengadu ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jateng pada Rabu (4/9/2024).

Mereka melaporkan beberapa senior korban terkait dugaan pemerasan, pengancaman hingga intimidasi kepada korban.

Dia tak menyebut identitas para terlapor. Namun dia menegaskan para terlapor juga merupakan mahasiswa PPDS FK Undip yang tak lain adalah senior dari korban.

Sejumlah bukti yang diserahkan ke polisi di antaranya; chat dari ponsel korban, termasuk rekening. Semuanya masih dilakukan pemeriksaan.

Terpisah, Misyal Ahmad menyebut sudah ada kabar baik hasil penyidikan kasus tersebut.

“Assalamualaikum rekan-rekan media, mohon maaf baru memberi kabar sekarang tentang perkembangan hasil penyidikan kasus bullying PPDS Undip dr. Risma Aulia, insyallah besok akan diumumkan kabar baik dari hasil penyidikan,” kata Misyal Ahmad kepada wartawan, Senin (23/12/2024).

Diketahui, korban ditemukan meninggal dunia pada 12 Agustus 2024 sekira pukul 23.00 WIB di kosnya daerah Lempongsari, Kota Semarang.

Polisi menemukan sejumlah bukti di TKP, di antaranya obat keras yang disuntikkan sendiri oleh korban, 3 bekas suntikkan di punggung tangan, sejumlah catatan berkaitan dengan apa yang dialaminya selama menempuh studi PPDS Anestesi FK Undip.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lawan Tawuran dan Bullying,...
Lawan Tawuran dan Bullying, Pemkot Jakpus-MNC Peduli Bina 1.725 Anggota PMR
Momen Siswa SRMP 17...
Momen Siswa SRMP 17 Tabanan Curhat ke Prabowo
Gus Miftah Soroti Bullying...
Gus Miftah Soroti Bullying hingga Judi Online, Pesantren Diminta Jadi Ruang Aman Santri
Polda Riau Ringkus Dokter...
Polda Riau Ringkus Dokter Gadungan yang Bikin Korban Cacat Permanen
Siap Kolaborasi Lintas...
Siap Kolaborasi Lintas Sektor, Perdokmil Jatim Resmi Dilantik di Kapal Perang
Lawan Perundungan di...
Lawan Perundungan di Sekolah, Wilmar Masukkan Program Anti-Bullying di Kurikulum
Menkes Kaji Insentif...
Menkes Kaji Insentif untuk Dokter Umum dan Gigi di Daerah Tertinggal
Sekolah Garda Terdepan...
Sekolah Garda Terdepan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Belajar
Menkes Ungkap Ada Gap...
Menkes Ungkap Ada Gap Tinggi Penghasilan Dokter Spesialis: di Bone Rp3 Juta, di Mahakam Ulu Rp80 Juta
Rekomendasi
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
Kawal Kedaulatan Energi...
Kawal Kedaulatan Energi di Jatim, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Cek Kesiapan SAF hingga B50
Gaya Hidup Sehat, Konsumen...
Gaya Hidup Sehat, Konsumen Perkotaan Kian Selektif Pilih Pangan Harian
Berita Terkini
Pramono Bakal Bangun...
Pramono Bakal Bangun 11 Rusun Baru Pakai APBD, Ini Lokasinya
Polisi Ungkap Alasan...
Polisi Ungkap Alasan Pelaku Sekap 3 Karyawan Percetakan, Tuduh Korban Curi Pelat Rp230 Juta
Akademisi: Riset Advokasi...
Akademisi: Riset Advokasi Kunci Perlindungan Warga Sipil
Kepala UPTD Diciptabintar...
Kepala UPTD Diciptabintar Pemkot Bandung Dorong Penegakan Aturan Pemanfaatan Ruang
JKF Fun Padel Competition...
JKF Fun Padel Competition 2026 Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Instansi di Jakarta
Isak Tangis Keluarga...
Isak Tangis Keluarga Kecelakaan Maut di Bekasi Timur: Saya Nggak Kuat Anaknya Masih Kecil
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved