Musala Darurat Dibangun untuk Warga Terdampak Letusan Gunung Lewotobi Laki-laki
Selasa, 19 November 2024 - 10:39 WIB
loading...
A
A
A
“Niat saya jika situasi kembali normal, saya ingin kembali ke rumah dan berjualan lagi. Supaya bisa menghidupkan rumah tangga. Kasih makan anak-anak. Bisa bayar utang. Karena begini kita utang tidak bisa, karena tidak ada pemasukan,” ujarnya.
Dengan kondisi seperti itu, Hasnah bernazar akan melanjutkan usaha menjual lauk dan sayur-sayuran di pasaran jika keadaan sudah kembali normal.
Biasanya dalam sehari dia bisa menghasilkan penjualan sebesar Rp500.000-600.000 jika sedang ramai. Sedangkan sang suami berjualan sendal dan sepatu keliling pasar. Namun karena sedang tanggap darurat, keduanya tidak bisa bekerja dan mendapatkan penghasilan sehari-hari.
“Kalau sehari dan ramai itu dapat Rp500.000-Rp600.000, di situ saya hanya simpan Rp100.000. Sisanya saya belanjakan barang lagi. Alhamdulillah itu cukup untuk sehari-hari. Sekarang tidak bisa, tidak ada pemasukan apa-apa,” ujarnya.
Dengan kondisi seperti itu, Hasnah bernazar akan melanjutkan usaha menjual lauk dan sayur-sayuran di pasaran jika keadaan sudah kembali normal.
Biasanya dalam sehari dia bisa menghasilkan penjualan sebesar Rp500.000-600.000 jika sedang ramai. Sedangkan sang suami berjualan sendal dan sepatu keliling pasar. Namun karena sedang tanggap darurat, keduanya tidak bisa bekerja dan mendapatkan penghasilan sehari-hari.
“Kalau sehari dan ramai itu dapat Rp500.000-Rp600.000, di situ saya hanya simpan Rp100.000. Sisanya saya belanjakan barang lagi. Alhamdulillah itu cukup untuk sehari-hari. Sekarang tidak bisa, tidak ada pemasukan apa-apa,” ujarnya.
(shf)
Lihat Juga :