3 Hal Menarik dari Misteri Harta Karun Soekarno, Disebut Sempat Mencuri Perhatian Orba

Jum'at, 01 November 2024 - 11:21 WIB
loading...
3 Hal Menarik dari Misteri...
Misteri harta karun Soekarno menjadi salah satu cerita legendaris yang masih seru untuk diikuti. Kisah ini tidak pernah terungkap jelas sampai sekarang. Foto/Ilustrasi/Pixabay
A A A
MISTERI harta karun Soekarno menjadi salah satu cerita legendaris yang masih seru untuk diikuti. Meski sudah cukup lama muncul, kebenaran mengenai keberadaan harta karun terkait masih abu-abu dan tidak pernah terungkap jelas sampai sekarang.

Ir. Soekarno menjadi tokoh penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Bukan hanya bertindak sebagai Proklamator Kemerdekaan, ia juga menjabat sebagai presiden pertama negara ini.

Baca juga: Relief di Basement Gedung Sarinah Selesai Direstorasi, Ini Penampakan Harta Karun Soekarno

Terlepas dari statusnya itu, Soekarno punya banyak kisah menarik yang menyelimuti perjalanan hidupnya. Dari sekian banyak, salah satu yang mencuri perhatian adalah misteri tentang harta karun peninggalannya yang bernilai fantastis.

3 Hal Menarik dari Misteri Harta Karun Soekarno

1. Punya Banyak Versi Cerita


Cerita tentang harta karun Soekarno sebenarnya telah menyeruak sejak lama. Menariknya, kisah itu terus bergulir dari waktu ke waktu dan menjadi bahan pergunjingan masyarakat umum.



Namun, cerita harta karun Soekarno ini punya sejumlah versi berbeda, termasuk jenis peninggalannya. Beberapa di antaranya menyebutkan bahwa harta karun itu berupa tanah dan rumah, emas, logam mulia, dan lain sebagainya.

Baca juga: Kisah Soekarno dan Sepeda Onthelnya

Ada lagi, sejumlah versi menyebut peninggalan Soekarno itu tak hanya berada di Tanah Air. Kabarnya, terdapat di antaranya yang tersimpan di bank-bank luar negeri.

2. Menarik Perhatian Orba


Misteri peninggalan harta karun Soekarno setidaknya ramai diperbincangkan sejak berakhirnya Orde Lama. Waktu itu, Bung Karno lengser dan bangsa Indonesia menuju pemerintahan Orde Baru bersama Soeharto.

Awalnya, cerita disebutkan bermula dari surat Soebandrio kepada Presiden Soeharto pada 13 Februari 1986. Dari dalam penjara, eks wakil perdana menteri RI itu menuliskan perihal dana revolusi dengan angka tak main-main.

Menurutnya, dana revolusi yang dihimpun pada era Bung Karno itu berupa sejumlah harta berbeda. Di antaranya uang mencapai 450 juta dolar AS di Union de Nanques Suisses, emas senilai 125 juta poundsterling di Bank Barclays London hingga uang 250.000 dolar AS di Bank Guyer Zeller Zumont, Zurich (Swiss).

Surat itu menarik perhatian Soeharto. Pada akhirnya, ia memerintahkan Menteri Muda/Sekretaris Kabinet Hartanto mengeluarkan surat tertanggal 24 November 1986 No. R.157/M.Seskab/12/86 yang isinya meminta bantuan Gubernur BI untuk melakukan penelitian atas kebenaran surat Soebandrio.

“Setelah menerima surat dari Dr Soebandrio, beliau (Soeharto) segera memerintahkan menteri muda/sekretaris kabinet untuk menindaklanjuti hal ini,” tulis Marsda TNI (Purn) Kahardiman dalam buku Hakim Agung Kahardiman: dari Oditur, Opstib, hingga Arbiter, dikutip Jumat (1/11/2024).

Belum puas, pada 27 Mei 1987 turun SK Nomor 2 Tahun 1987 tentang Operasi Teladan. Ditunjuk sebagai ketua operasi yakni Marsma TNI Kahardiman, salah satu tugas operasi ini adalah mengupayakan agar semua kekayaan negara ‘itu’ dapat dikembalikan di bawah kekuasaan Pemerintah RI.

3. Hasil Perburuan Nihil


Setelah menerjunkan tim Operasi Teladan, kebenaran mengenai harta karun Soekarno tidak lantas terpecahkan. Bahkan, Soebandrio justru akhirnya mengaku tak tahu-menahu tentang dana 450 juta dolar AS itu.

Soal emas yang disebut dalam suratnya kepada Soeharto tempo dulu, ia mengaku menuliskannya karena terpengaruh buku Cakrawala Politik Era Soekarno tulisan Ganis Harsono. Menurut Kahardiman, dalam buku itu ada satu halaman tertulis:

“Tanggal 17 Agustus 1960, Pemerintah Indonesia memutuskan hubungan diplomatik dengan Belanda. Ini dilakukan setelah Pemerintah RI selesai memindahkan cadangan emasnya dari Belanda ke Inggris.”

Pada akhirnya, tim Operasi Teladan mendapat kesimpulan bahwa Dana Revolusi merupakan hasil produk hukum Inpres Nomor 018 Tahun 1964 dan Keppres Nomor 360 Tahun 1965. Sebelumnya, …
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pramono Dampingi Megawati...
Pramono Dampingi Megawati Hadiri Bung Karno Festival di Taman Proklamasi
Gubernur Pramono Anung...
Gubernur Pramono Anung Bersama Megawati Resmikan Taman Bendera Pusaka
Misteri Salakanagara,...
Misteri Salakanagara, Kerajaan Tertua di Indonesia yang Berdiri Abad 2 Masehi
Begini Cara BMI Perkenalkan...
Begini Cara BMI Perkenalkan Sosok Presiden ke-1 RI Soekarno kepada Generasi Muda
Ramalan Jayabaya Zaman...
Ramalan Jayabaya Zaman Edan: Anak Melawan Ibu, Pergaulan Bebas hingga Soekarno Lengser
Sindir Pengesahan RUU...
Sindir Pengesahan RUU TNI, Lukisan Majelis Menang Sendiri Mejeng di Depan Gedung DPR
Kronologi Venezuela...
Kronologi Venezuela Simpan 31 Ton Emas di Bank of England tapi Tak Bisa Diambil
Bahaya Harta : Ketika...
Bahaya Harta : Ketika Kekayaan Membuat Manusia Lalai dan Durhaka
Din Syamsuddin Ungkap...
Din Syamsuddin Ungkap Bung Karno Tokoh Dikagumi Dunia Internasional
Rekomendasi
Febrie Adriansyah Belum...
Febrie Adriansyah Belum Putuskan Ajukan Praperadilan
Sinopsis Terlanjur Mencintaimu...
Sinopsis 'Terlanjur Mencintaimu' Eps.23: Pengorbanan Elio Demi Menyelamatkan Arumi Harus Dibayar Mahal
Pengamat Hubungan Internasional:...
Pengamat Hubungan Internasional: Indonesia Perlu Cermati Dinamika Jelang Pilpres AS 2028
Berita Terkini
Kemendagri: Tanggap...
Kemendagri: Tanggap Darurat Aceh Berakhir, Anggaran Pemulihan Disiapkan Rp58,9 Triliun
Yusril Imbau Dedi Mulyadi...
Yusril Imbau Dedi Mulyadi Tak Bikin Sayembara Tangkap Begal: Khawatir Masyarakat Jadi Main Hakim Sendiri
BNI Menegaskan Kedatangan...
BNI Menegaskan Kedatangan Siswa Bukan atas Arahan Petugas
Kemhan Sebut Insiden...
Kemhan Sebut Insiden Bus Dinas yang Diduga Kabur usai Tabrak Ojol Diselesaikan secara Damai
Kisah Warga Bondowoso...
Kisah Warga Bondowoso Sukarela Serahkan Lutung Jawa ke Kemenhut
Hati-hati! Ada Perbaikan...
Hati-hati! Ada Perbaikan Jalan di Tol Jakarta-Cikampek
Infografis
3 Alasan Israel Menarik...
3 Alasan Israel Menarik Lima Brigade Tentara dari Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved