Larung Sesaji Berharap Hasil Melimpah, Nelayan Gelar Sadran
Sabtu, 29 Agustus 2020 - 15:02 WIB
loading...
A
A
A
Menurut nelayan setempat, Waluyo, tadisi ini selain melestarikan budaya juga sebagai bentuk rasa syukur para nelayan. Makna sesaji yang akan dilarung berupa kepala kambing, memberikan makan ikan-ikan, sebab selama ini para nelayan mata pencaharianya mencari ikan.
“Sesaji yang dilarung bukan berarti kita memberikan persembahan kepada selain Tuhan yang Maha Esa tapi bentuk syukur sudah memberikan tangkapan ikan yang melimpah dan membuktikan warga makmur dan tetap guyub rukun,” kata Waluyo.
Sementara itu, tokoh masyarakat Kendal, KH Ali Nurudin mengatakan, tradisi ini sudah turun temurun. Selain untulk melestarikan budaya, juga sebagai bentuk syukur pada Tuhan yang Maha Esa, dengan cara sedekah laut.
Dia mengapresiasi kepada masyarakat setempat, yang masih memelihara tradisi dari para leluhur. Menurut dia, Nyadran merupakan bentuk kearifan masyarakat lokal dalam menjaga kelestarian alam. Dengan nyadran ini mengandung maksud, nelayan yang dalam mencari nafkah di laut, menghargai alam dan lingkungan.
Miniatur kapal dengan sesaji dilarung nelayan di tengah laut, sedangkan warga dan nelayan lain yang ikut arak-arakan hanya sampai di pesisir laut. Kemudian menikmati makanan yang sudah dibawa dari rumah.
“Sesaji yang dilarung bukan berarti kita memberikan persembahan kepada selain Tuhan yang Maha Esa tapi bentuk syukur sudah memberikan tangkapan ikan yang melimpah dan membuktikan warga makmur dan tetap guyub rukun,” kata Waluyo.
Sementara itu, tokoh masyarakat Kendal, KH Ali Nurudin mengatakan, tradisi ini sudah turun temurun. Selain untulk melestarikan budaya, juga sebagai bentuk syukur pada Tuhan yang Maha Esa, dengan cara sedekah laut.
Dia mengapresiasi kepada masyarakat setempat, yang masih memelihara tradisi dari para leluhur. Menurut dia, Nyadran merupakan bentuk kearifan masyarakat lokal dalam menjaga kelestarian alam. Dengan nyadran ini mengandung maksud, nelayan yang dalam mencari nafkah di laut, menghargai alam dan lingkungan.
Miniatur kapal dengan sesaji dilarung nelayan di tengah laut, sedangkan warga dan nelayan lain yang ikut arak-arakan hanya sampai di pesisir laut. Kemudian menikmati makanan yang sudah dibawa dari rumah.
(nth)
Lihat Juga :