AQUA Paparkan Hasil Kajian Sumber Daya Air DAS Kedunglarangan Pasuruan
Jum'at, 25 Oktober 2024 - 15:20 WIB
loading...
A
A
A
“Jangan lupa bahwa dengan adanya Forum DAS, Pasuruan menjadi satu-satunya pemda yang inovatif dalam hal pengelolaan sumber daya air . Semoga hasil kajian ini bisa menjadi komitmen bersama untuk menguatkan pelestarian lingkungan, khususnya di DAS Kedung larangan,” tambah ketua Forum DAS Kabupaten Pasuruan ini.
Patrick Lachassagne dari Universitas Montpellier menyampaikan hasil kajian studi bersama ini dapat mengetahui daerah resapan. Mencakup sejumlah desa seperti Tretes, Prigen, Pecalukan, Ledug, dan Dayurejo di ketinggian 500-3.300 meter. Baca juga: DLH Pasuruan Gandeng PPLI dan DESI Simulasi Penanganan Bencana Limbah B3
Dengan mengetahui daerah resapan, maka dapat diketahui juga cadangan air tahunan pada zona tengah. Termasuk mata air utama seperti PDAM Plintahan, Toyoarang, dan Durensewu dan sumur bor yang banyak digunakan industri.
Saat ini, daerah resapan menghasilkan 1.200 liter air per detik, dengan 670 liter per detik mengalir dari mata air. Namun, penggunaan sumur bor meningkat 200% dari 2010 hingga 2020. Mencapai 560 liter per detik, yang terbagi untuk tekstil, manufaktur, dan industri lainnya (54%), AMDK (21%), PDAM (13%), hotel dan perumahan (8%), serta air isi ulang (4%). Dengan manajemen air tanah yang baik, tren ini bisa distabilkan untuk menjaga keseimbangan sumber daya air bagi semua pihak.
Patrick Lachassagne dari Universitas Montpellier menyampaikan hasil kajian studi bersama ini dapat mengetahui daerah resapan. Mencakup sejumlah desa seperti Tretes, Prigen, Pecalukan, Ledug, dan Dayurejo di ketinggian 500-3.300 meter. Baca juga: DLH Pasuruan Gandeng PPLI dan DESI Simulasi Penanganan Bencana Limbah B3
Dengan mengetahui daerah resapan, maka dapat diketahui juga cadangan air tahunan pada zona tengah. Termasuk mata air utama seperti PDAM Plintahan, Toyoarang, dan Durensewu dan sumur bor yang banyak digunakan industri.
Saat ini, daerah resapan menghasilkan 1.200 liter air per detik, dengan 670 liter per detik mengalir dari mata air. Namun, penggunaan sumur bor meningkat 200% dari 2010 hingga 2020. Mencapai 560 liter per detik, yang terbagi untuk tekstil, manufaktur, dan industri lainnya (54%), AMDK (21%), PDAM (13%), hotel dan perumahan (8%), serta air isi ulang (4%). Dengan manajemen air tanah yang baik, tren ini bisa distabilkan untuk menjaga keseimbangan sumber daya air bagi semua pihak.
(poe)
Lihat Juga :