Jogja Darurat Miras! 2 Santri Krapyak Dianiaya dan Ditusuk Gerombolan Klitih
Jum'at, 25 Oktober 2024 - 13:08 WIB
loading...
Korban pengeroyokan di Prawirotaman, Mergangsan, Yogyakarta, Aufal Marom (kaos ungu) ditemui setelah diperbolehkan pulang oleh dokter rumah sakit. Foto/Yohanes Demo
A
A
A
JOGJA - Dua pembimbing santri Pondok Pesantren Al Fatimiyah, Krapyak, Kapanewon Kasihan, Bantul terkapar bersimbah darah dianiaya dan ditusuk gerombolan klitih. Diduga, aksi pengeroyokan ini dilakukan oleh para pelaku yang mabuk minuman keras (miras).
Kronologi pengeroyokan itu terjadi di sekitar Prawirotaman, Mergangsan, Kota Yogyakarta (Jogja), pada Rabu malam (23/10/2024).
Baca juga: Klitih di Yogyakarta Kembali Memakan Korban, Pemuda Purworejo Kena Bacok
Kala itu, dua korban yakni Shafiq atau SF (19) laki-laki warga Rembang, Jawa Tengah, dan Aufal Marom atau AM (23) warga Pati, Jawa Tengah sedang membeli sate ayam. Tanpa sebab, tiba-tiba keduanya didatangi sekelompok orang dan langung melempari dengan botol miras.
Tak hanya itu, korban yang meminta pertolongan malah ditusuk. Akibatnya, SF mengalami luka tusuk dibagian perut sebelah kiri. Sementara MA mengalami luka lecet di bagian tangan karena terkena lemparan botol kaca.
Kronologi pengeroyokan itu terjadi di sekitar Prawirotaman, Mergangsan, Kota Yogyakarta (Jogja), pada Rabu malam (23/10/2024).
Baca juga: Klitih di Yogyakarta Kembali Memakan Korban, Pemuda Purworejo Kena Bacok
Kala itu, dua korban yakni Shafiq atau SF (19) laki-laki warga Rembang, Jawa Tengah, dan Aufal Marom atau AM (23) warga Pati, Jawa Tengah sedang membeli sate ayam. Tanpa sebab, tiba-tiba keduanya didatangi sekelompok orang dan langung melempari dengan botol miras.
Tak hanya itu, korban yang meminta pertolongan malah ditusuk. Akibatnya, SF mengalami luka tusuk dibagian perut sebelah kiri. Sementara MA mengalami luka lecet di bagian tangan karena terkena lemparan botol kaca.
Lihat Juga :