Warga Cirebon Diimbau Tak Terprovokasi Konflik Keraton Kasepuhan
Sabtu, 29 Agustus 2020 - 02:26 WIB
loading...
A
A
A
Selaku salah satu pimpinan di Laskar Macan Ali Nuswantara, Ismaya mengatakan, bahwa pihaknya akan menurunkan kekuatan penuh untuk menjaga Keraton Kasepuhan Cirebon , sebagai peninggalan leluhur dan cagar budaya, serta mensukseskan acara peringatan 40 hari wafatnya Sultan Sepuh XIV dan penobatan Sultan Sepuh XV PRA Luqman.
Ia mengaku tidak ada kaitan atau ikut campur masalah sah atau tidaknya yang bertahta di Keraton Kasepuhan Cirebon . Sebab itu bukan ranah Laskar Macan Ali, tetapi ranah keluarga dan pemerintah. (Baca juga: Prajurit Yonif Raider 641 Gagalkan Penyelundupan Pakaian Bekas )
"Masyarakat Cirebon jangan mau diadu domba, jangan mau jadi korban dan jangan mau terlibat praktis apalagi jika arahnya bisa melanggar hukum negara, sebab yang rugi adalah kita sendiri. Yang berseteru atau tokoh intelektual dan progokator sih tidak rugi. Maka saya menghimbau agar masyarakat jangan terbawa arus yang persoalan nya sendiri sampai saat ini mana yang benar atau salahnya belum jelas," ujarnya.
Lebih lanjut dikatakannya bahwa dalam agenda tanggal 30 Agustus 2020 pihaknya yakin bahwa aparat Polisi maupun TNI dan pihak keamanan lainnya dapat menjaga situasi Cirebon dengan aman dan tertib. (Baca juga: Kalah di Pilkada Jatim, Gus Ipul Berebut Kursi Wali Kota Pasuruan )
"Kami yakin itu, serahkan semuanya ke Polri dan TNI yang menanganinya. Kita dukung Polri jangan membuat aparat kita juga jadi korban dari oknum yang ingin menciptakan kerusuhan di masyarakat dan Cirebon tidak kondusif," ujarnya.
Ia mengaku tidak ada kaitan atau ikut campur masalah sah atau tidaknya yang bertahta di Keraton Kasepuhan Cirebon . Sebab itu bukan ranah Laskar Macan Ali, tetapi ranah keluarga dan pemerintah. (Baca juga: Prajurit Yonif Raider 641 Gagalkan Penyelundupan Pakaian Bekas )
"Masyarakat Cirebon jangan mau diadu domba, jangan mau jadi korban dan jangan mau terlibat praktis apalagi jika arahnya bisa melanggar hukum negara, sebab yang rugi adalah kita sendiri. Yang berseteru atau tokoh intelektual dan progokator sih tidak rugi. Maka saya menghimbau agar masyarakat jangan terbawa arus yang persoalan nya sendiri sampai saat ini mana yang benar atau salahnya belum jelas," ujarnya.
Lebih lanjut dikatakannya bahwa dalam agenda tanggal 30 Agustus 2020 pihaknya yakin bahwa aparat Polisi maupun TNI dan pihak keamanan lainnya dapat menjaga situasi Cirebon dengan aman dan tertib. (Baca juga: Kalah di Pilkada Jatim, Gus Ipul Berebut Kursi Wali Kota Pasuruan )
"Kami yakin itu, serahkan semuanya ke Polri dan TNI yang menanganinya. Kita dukung Polri jangan membuat aparat kita juga jadi korban dari oknum yang ingin menciptakan kerusuhan di masyarakat dan Cirebon tidak kondusif," ujarnya.
(eyt)
Lihat Juga :