Hari Penglihatan Sedunia, Perdami Jatim Edukasi Masyarakat Pentingnya Kesehatan Mata
Minggu, 20 Oktober 2024 - 19:44 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, meskipun gangguan penglihatan yang tidak dikoreksi dapat mempengaruhi pendidikan dan inklusi sosial, solusi sederhana seperti kacamata dapat membuat perbedaan besar.
Hari Penglihatan Sedunia juga merupakan kesempatan menghilangkan mitos-mitos tentang penglihatan dan bergerak menuju dunia di mana semua anak terbebas dari stigma sosial yang terkait dengan penggunaan kacamata. "Tidak perlu malu bila harus berkacamata" tambah dokter yang juga ahli vitreoretina di RSUD dr. Soetomo ini.
Pesan penting lain dari kegiatan ini adalah perlunya dukungan keluarga dalam menjaga penglihatan anak anak. "Penelitian menunjukkan bahwa mengurangi waktu menonton layar dan menghabiskan waktu di luar ruangan melindungi anak-anak dari risiko terkena rabun jauh (miopia), yang berarti bahwa orang tua, pengasuh, dan pendidik memiliki peran utama dalam melindungi penglihatan generasi masa depan kita," ungkapnya.
Perdami Jawa Timur juga membagikan berbagai macam doorprize di sela sela penyuluhan dan membagikan leaflet serta souvenir yang berisi edukasi kesehatan mata. Panitia yang memakai kaos dresscode orange membuat suasana di taman prestasi juga semakin berwarna.
"Hari Penglihatan Sedunia dapat menjadi pengingat bahwa orang dewasa juga harus memprioritaskan kesehatan mata mereka. Penting untuk beristirahat secara teratur selama aktivitas seperti membaca atau menggunakan perangkat digital, dan mengenakan pelindung mata saat menggunakan alat dan bahan kimia yang dapat merusak mata. Merokok dan paparan sinar UV juga harus dihindari, misalnya dengan mengenakan kacamata hitam dan topi saat berada di luar ruangan, untuk mencegah penyakit mata," tandasnya.
Hari Penglihatan Sedunia juga merupakan kesempatan menghilangkan mitos-mitos tentang penglihatan dan bergerak menuju dunia di mana semua anak terbebas dari stigma sosial yang terkait dengan penggunaan kacamata. "Tidak perlu malu bila harus berkacamata" tambah dokter yang juga ahli vitreoretina di RSUD dr. Soetomo ini.
Pesan penting lain dari kegiatan ini adalah perlunya dukungan keluarga dalam menjaga penglihatan anak anak. "Penelitian menunjukkan bahwa mengurangi waktu menonton layar dan menghabiskan waktu di luar ruangan melindungi anak-anak dari risiko terkena rabun jauh (miopia), yang berarti bahwa orang tua, pengasuh, dan pendidik memiliki peran utama dalam melindungi penglihatan generasi masa depan kita," ungkapnya.
Perdami Jawa Timur juga membagikan berbagai macam doorprize di sela sela penyuluhan dan membagikan leaflet serta souvenir yang berisi edukasi kesehatan mata. Panitia yang memakai kaos dresscode orange membuat suasana di taman prestasi juga semakin berwarna.
"Hari Penglihatan Sedunia dapat menjadi pengingat bahwa orang dewasa juga harus memprioritaskan kesehatan mata mereka. Penting untuk beristirahat secara teratur selama aktivitas seperti membaca atau menggunakan perangkat digital, dan mengenakan pelindung mata saat menggunakan alat dan bahan kimia yang dapat merusak mata. Merokok dan paparan sinar UV juga harus dihindari, misalnya dengan mengenakan kacamata hitam dan topi saat berada di luar ruangan, untuk mencegah penyakit mata," tandasnya.
(poe)
Lihat Juga :