Nyali Komandan Belanda Ini Ciut usai Cokrodiwiryo Tewas Ditebas Pangeran Diponegoro
Jum'at, 18 Oktober 2024 - 05:58 WIB
loading...
A
A
A
Saat itu memang Van Vlissingen memilih kabur dengan kuda milik Mas Cokrodiwiryo, sehingga menyebabkan Cokrodiwiryo sendiri gugur dalam pertempuran.
Para demang walnya satu suara di kubu Belanda, lantas kecewa dan merencanakan pembunuhan ke komandan pasukan Belanda itu.
Baca juga: Kisah Ki Ageng Pamanahan Bangun Permukiman Kerajaan Mataram di Hutan Mentaok
Mereka sepakat Van Vlissingen aman dikeroyok dan dibunuh. Ketika sudah sepakat, pada suatu hari para demang pergi ke rumah Tuan Van Vlissingen, akan melaksanakan rencana tersebut.
Beruntung, Tuan Van Vlissingen bisa bersembunyi di loteng. Setelah tidak berhasil menemukan Van Vlissingen, para demang atau seperti pemimpin kelurahan atau pejabat di kadipaten itu langsung pulang ke rumah masing-masing.
Van Vlissingen lantas melaporkan kejadian upaya percobaan pembunuhan ke dirinya ke Residen Belanda di Surakarta, bernama MacGillavry, yang menjabat pada 1823, 1825 - 1827 dan 1831-34. Surat itu diantarkan oleh tiga orang yakni Jodrono, Kromosemito, dan Jaswahyo.
Para demang walnya satu suara di kubu Belanda, lantas kecewa dan merencanakan pembunuhan ke komandan pasukan Belanda itu.
Baca juga: Kisah Ki Ageng Pamanahan Bangun Permukiman Kerajaan Mataram di Hutan Mentaok
Mereka sepakat Van Vlissingen aman dikeroyok dan dibunuh. Ketika sudah sepakat, pada suatu hari para demang pergi ke rumah Tuan Van Vlissingen, akan melaksanakan rencana tersebut.
Beruntung, Tuan Van Vlissingen bisa bersembunyi di loteng. Setelah tidak berhasil menemukan Van Vlissingen, para demang atau seperti pemimpin kelurahan atau pejabat di kadipaten itu langsung pulang ke rumah masing-masing.
Van Vlissingen lantas melaporkan kejadian upaya percobaan pembunuhan ke dirinya ke Residen Belanda di Surakarta, bernama MacGillavry, yang menjabat pada 1823, 1825 - 1827 dan 1831-34. Surat itu diantarkan oleh tiga orang yakni Jodrono, Kromosemito, dan Jaswahyo.
Lihat Juga :