SPBE di Jakbar Diduduki Orang Tak Dikenal, Penyaluran Tabung Gas Terganggu
Rabu, 09 Oktober 2024 - 19:52 WIB
loading...
A
A
A
"Kejadian begitu cepat, sekelompok orang masuk lingkungan kami dan merusak, mengusir pekerja lalu mengganti gembok pagar kami. Saat ini mereka menduduki tempat kami," ujar Hafis sembari menyatakan dugaan sengketa tanah ini tengah berproses di PN Jakarta Barat.
Imbas kejadian ini, kliennya tidak bisa menyalurkan 50 ribu ton gas subsidi per harinya. Hal ini membuat kerugian puluhan juta mulai dari keuntungan per hari sebesar Rp20 juta, membayar pekerja yang berjumlah 30 orang, hingga ancaman kerugian dari Pertamina.
Untuk mencegah kelangkaan dan tersendatnya distribusi gas 3 kg, pihaknya bekerja sama dengan SPBE lain agar 50 ribu ton gas yang biasa didistribusi tetap tersalurkan.
Terhadap kasus ini, pihaknya telah mencoba memediasi dengan pihak yang menduduki lahan di Warung Gantung, namun gagal. Hingga akhirnya pada 23 September 2024 pihaknya melaporkan kejadian ini ke Polda Metro Jaya kemudian akhirnya dilimpahkan ke Polres Metro Jakarta Barat.
Imbas kejadian ini, kliennya tidak bisa menyalurkan 50 ribu ton gas subsidi per harinya. Hal ini membuat kerugian puluhan juta mulai dari keuntungan per hari sebesar Rp20 juta, membayar pekerja yang berjumlah 30 orang, hingga ancaman kerugian dari Pertamina.
Untuk mencegah kelangkaan dan tersendatnya distribusi gas 3 kg, pihaknya bekerja sama dengan SPBE lain agar 50 ribu ton gas yang biasa didistribusi tetap tersalurkan.
Terhadap kasus ini, pihaknya telah mencoba memediasi dengan pihak yang menduduki lahan di Warung Gantung, namun gagal. Hingga akhirnya pada 23 September 2024 pihaknya melaporkan kejadian ini ke Polda Metro Jaya kemudian akhirnya dilimpahkan ke Polres Metro Jakarta Barat.
(jon)
Lihat Juga :