Densus 88: Anak-Anak Korban Doktrin Pelaku Teror Harus Dapat Perhatian Khusus
Senin, 30 September 2024 - 21:46 WIB
loading...
A
A
A
Evolusi Densus 88 menanggulangi terorisme itu, sebut Arif, juga tentunya sudah disepakati semua pimpinan Densus 88.
“Dengan empati, soft approach tetep, hard approach tetep, kayak kemarin tetap ada penangkapan kan, tapi penangkapan di sini untuk menyadarkan supaya tidak sampai terjadi korban. Sedapat mungkin kita lakukan penangkapan untuk pencegahan, setelah kami tangkap kami pun pingin menyadarkan mereka,” bebernya.
Selain cara-cara offline itu, Densus juga menggunakan cara-cara online untuk mengelola ini. Menepis propaganda kelompok radikal teror yang berusaha merekrut anggota baru untuk memperpanjang kekerasan dan kebencian. Densus berusaha mencegah itu.
“Di Densus itu kan ada Direktorat Intel, Direktorat Pencegahan, Direktorat Idendos, (medsos kami garap), karena sekmen anak-anak, termasuk Gen Z ini medsos. Kami lakukan edukasi. Kita selalu menyuarakan bersama-sama, semuanya lah (melibatkan masyarakat dan pemerintah), untuk bermedsos dengan baik,” sebutnya.
Secara konsep, sebut Brigjen Arif, tertuang dalam pentahelix penangggulangan terorisme, yakni melibatkan; pemerintah, masyarakat sipil, akademisi, sektor bisnis hingga akademisi. Densus mengajak semuanya bergotong royong menyelesaikan persoalan radikalisme terorisme.
“Targetnya agar tercapai zero attack (tidak ada lagi aksi teror), tidak ada residivisme,” tandasnya.
“Dengan empati, soft approach tetep, hard approach tetep, kayak kemarin tetap ada penangkapan kan, tapi penangkapan di sini untuk menyadarkan supaya tidak sampai terjadi korban. Sedapat mungkin kita lakukan penangkapan untuk pencegahan, setelah kami tangkap kami pun pingin menyadarkan mereka,” bebernya.
Selain cara-cara offline itu, Densus juga menggunakan cara-cara online untuk mengelola ini. Menepis propaganda kelompok radikal teror yang berusaha merekrut anggota baru untuk memperpanjang kekerasan dan kebencian. Densus berusaha mencegah itu.
“Di Densus itu kan ada Direktorat Intel, Direktorat Pencegahan, Direktorat Idendos, (medsos kami garap), karena sekmen anak-anak, termasuk Gen Z ini medsos. Kami lakukan edukasi. Kita selalu menyuarakan bersama-sama, semuanya lah (melibatkan masyarakat dan pemerintah), untuk bermedsos dengan baik,” sebutnya.
Secara konsep, sebut Brigjen Arif, tertuang dalam pentahelix penangggulangan terorisme, yakni melibatkan; pemerintah, masyarakat sipil, akademisi, sektor bisnis hingga akademisi. Densus mengajak semuanya bergotong royong menyelesaikan persoalan radikalisme terorisme.
“Targetnya agar tercapai zero attack (tidak ada lagi aksi teror), tidak ada residivisme,” tandasnya.
(shf)
Lihat Juga :