MoU dengan IKN, Pemda KBB Optimistis 100 Ribu Pekerja Terserap
Kamis, 27 Agustus 2020 - 20:02 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, potensi penyerapan tenaga kerja dalam jumlah besar tersebut karena potensi peternakan dan pertanian di KBB sangat prospektif. Khususnya di wilayah selatan, selain lahan garapannya masih sangat luas dan subur. Karakteristik cuacanya juga dipandang tidak berbeda jauh dengan kondisi di Korea Selatan (Korsel) di saat musim tanam.
Tidak hanya sebatas itu, lanjut Maman, pihak IKN juga siap melakukan alih teknologi kepada warga KBB yang didatangkan langsung ke Korsel. Mereka akan diberi pelatihan, jaminan tempat tinggal dan kehidupan selama di Korsel, serta uang bagi keluarga yang ditinggalkan di Indonesia. Seperti bidang pertanian dan peternakan di Korsel, yang hampir semuanya menerapkan teknologi.
"Banyak masyarakat yang tertarik dan berminat ikut program ini. Kami berharap pandemi COVID-19 cepat berakhir sehingga program ini bisa segera terealisasi," imbuhnya. (Baca juga: Pemakaman Mantan Wali Kota Mojokerto Pakai Protokol COVID-19 )
Dirinya sempat melihat langsung bagaimana keberhasilan pertanian dan peternakan di Negeri Gingseng tersebut. Seperti di Kota Gumje dan Jangheung, Provinsi Heolla Utara; Kabupaten Muan di Provinsi Heolla Selatan; Kota Yeosu, Kota Gwangju, dan Kota Damyang di Provinsi Chenghuong Utara. Bagaimana dukungan teknologi dan support dari pemerintah, membuat pertanian dan peternakan di sana berkembang pesat.
"Meski sekarang tetunda, tapi kami optimistis program yang akan berdampak positif terhada warga KBB ini akan berjalan. Imbasnya juga akan ke PAD, seperti peternakan sapi bisa jadi wisata, poteni pakan, dan keberadaan objek wisata juga dapat dikembangkan," ucapnya.
Tidak hanya sebatas itu, lanjut Maman, pihak IKN juga siap melakukan alih teknologi kepada warga KBB yang didatangkan langsung ke Korsel. Mereka akan diberi pelatihan, jaminan tempat tinggal dan kehidupan selama di Korsel, serta uang bagi keluarga yang ditinggalkan di Indonesia. Seperti bidang pertanian dan peternakan di Korsel, yang hampir semuanya menerapkan teknologi.
"Banyak masyarakat yang tertarik dan berminat ikut program ini. Kami berharap pandemi COVID-19 cepat berakhir sehingga program ini bisa segera terealisasi," imbuhnya. (Baca juga: Pemakaman Mantan Wali Kota Mojokerto Pakai Protokol COVID-19 )
Dirinya sempat melihat langsung bagaimana keberhasilan pertanian dan peternakan di Negeri Gingseng tersebut. Seperti di Kota Gumje dan Jangheung, Provinsi Heolla Utara; Kabupaten Muan di Provinsi Heolla Selatan; Kota Yeosu, Kota Gwangju, dan Kota Damyang di Provinsi Chenghuong Utara. Bagaimana dukungan teknologi dan support dari pemerintah, membuat pertanian dan peternakan di sana berkembang pesat.
"Meski sekarang tetunda, tapi kami optimistis program yang akan berdampak positif terhada warga KBB ini akan berjalan. Imbasnya juga akan ke PAD, seperti peternakan sapi bisa jadi wisata, poteni pakan, dan keberadaan objek wisata juga dapat dikembangkan," ucapnya.
(eyt)
Lihat Juga :