Karamah Sunan Gunung Jati, Hidupkan Ayam yang Dipanggang dan Jadikan Ki Kuwu Memeluk Islam
Selasa, 24 September 2024 - 07:03 WIB
loading...
A
A
A
Sejurus kemudian Sunan Gunung Jati meminta Ki Kuwu untuk melihat di belakangnya. Suatu keanehan pun muncul ketika Ki Kuwu Sangkan menengok ke belakang dan dilihatnya di lapangan sudah penuh dengan uang dinar.
Ki Sangkan berubah pikirannya, hatinya tertarik untuk mengambil uang-uang dinar itu. Sunan Gunung Jati lalu pergi meninggalkannya, kembali menuju Puri. Uang dinar itu awalnya tak ada, tetapi ketika Sunan Gunung Jati dikejar Ki Kuwu tiba-tiba uang itu muncul.
Dari sanalah Ki Kuwu berpikir orang yang dihadapinya baru saja bukanlah orang sembarangan. Tetapi Ki Kuwu tak mampu mengejar Sunan Gunung Jati yang telah meninggalkannya karena tertarik dengan uang-uang yang berserakan. Padahal niat hati Ki Kuwu ingin mengabdi kepada Sunan Gunung Jati.
Sunan Gunung Jati yang sudah mengetahui isi hati Ki Sangkan yang akan mengabdi itu sengaja berjalan-jalan lagi. Ia pun berjumpa kembali dengan Ki Kuwu Sangkanurip. Lalu Syarif Hidayatullah menyapa dan mereka saling memberi hormat. Syekh Maulana dipersilakan duduk, seraya berkata "Tuanku yang sejati hamba mohon dimaafkan".
Dijawablah oleh Sunan Gunung Jati, "Insya Allah". Kemudian Ki Sangkan menjamunya dengan panggang induk ayam yang tengah mengeram, yang menurut Ki Sangkan rasanya akan gurih sekali. Syekh Maulana berkata, "Mengapakah kakek lakukan semua itu, induk ayam tengah mengeram kakek sembelih tanpa belas kasihan".
Ki Sangkan berubah pikirannya, hatinya tertarik untuk mengambil uang-uang dinar itu. Sunan Gunung Jati lalu pergi meninggalkannya, kembali menuju Puri. Uang dinar itu awalnya tak ada, tetapi ketika Sunan Gunung Jati dikejar Ki Kuwu tiba-tiba uang itu muncul.
Dari sanalah Ki Kuwu berpikir orang yang dihadapinya baru saja bukanlah orang sembarangan. Tetapi Ki Kuwu tak mampu mengejar Sunan Gunung Jati yang telah meninggalkannya karena tertarik dengan uang-uang yang berserakan. Padahal niat hati Ki Kuwu ingin mengabdi kepada Sunan Gunung Jati.
Sunan Gunung Jati yang sudah mengetahui isi hati Ki Sangkan yang akan mengabdi itu sengaja berjalan-jalan lagi. Ia pun berjumpa kembali dengan Ki Kuwu Sangkanurip. Lalu Syarif Hidayatullah menyapa dan mereka saling memberi hormat. Syekh Maulana dipersilakan duduk, seraya berkata "Tuanku yang sejati hamba mohon dimaafkan".
Dijawablah oleh Sunan Gunung Jati, "Insya Allah". Kemudian Ki Sangkan menjamunya dengan panggang induk ayam yang tengah mengeram, yang menurut Ki Sangkan rasanya akan gurih sekali. Syekh Maulana berkata, "Mengapakah kakek lakukan semua itu, induk ayam tengah mengeram kakek sembelih tanpa belas kasihan".
Lihat Juga :