Kampanye Hitam Bakal Lebih Marak di Medsos, Ini Langkah Bawaslu Jabar
Kamis, 27 Agustus 2020 - 11:02 WIB
loading...
A
A
A
Bukan hanya akun medsos yang terdaftar di KPU, tetapi juga akun-akun medsos yang diduga berkaitan erat dengan kepentingan masing-masing pasangan calon kepala daerah.
"Kami pantau terus, terutama isu yang berkaitan dengan SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan) yang beredar di medsos," ujar Abdullah.
Abdullah mengimbau setiap pasangan calon kepala daerah yang akan berlaga di ajang Pilkada Serentak 2020 untuk menaati seluruh aturan dan menghindari kampanye hitam demi terciptanya pilkada yang demokratis, bermartabat, dan berkualitas. "Sehingga, pemimpin yang lahir nantinya benar-benar sesuai harapan masyarakat," tutur Ketua Bawaslu Jabar.
Diketahui, meskipun Pilkada Serentak 2020 baru akan digelar 9 Desember 2020 mendatang, namun sejumlah kasus pelanggaran telah bermunculan.
Hingga 23 Agustus 2020, Bawaslu Jabar mencatat sedikitnya 41 kasus dugaan pelanggaran yang terjadi di delapan kabupaten/kota yang akan menggelar Pilkada Serentak di Jabar, beberapa di antaranya bahkan melibatkan aparatur sipil negara (ASN).
"Kami pantau terus, terutama isu yang berkaitan dengan SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan) yang beredar di medsos," ujar Abdullah.
Abdullah mengimbau setiap pasangan calon kepala daerah yang akan berlaga di ajang Pilkada Serentak 2020 untuk menaati seluruh aturan dan menghindari kampanye hitam demi terciptanya pilkada yang demokratis, bermartabat, dan berkualitas. "Sehingga, pemimpin yang lahir nantinya benar-benar sesuai harapan masyarakat," tutur Ketua Bawaslu Jabar.
Diketahui, meskipun Pilkada Serentak 2020 baru akan digelar 9 Desember 2020 mendatang, namun sejumlah kasus pelanggaran telah bermunculan.
Hingga 23 Agustus 2020, Bawaslu Jabar mencatat sedikitnya 41 kasus dugaan pelanggaran yang terjadi di delapan kabupaten/kota yang akan menggelar Pilkada Serentak di Jabar, beberapa di antaranya bahkan melibatkan aparatur sipil negara (ASN).
(awd)
Lihat Juga :