Kisah Pangeran Diponegoro dan Gerakan Anti Tionghoa untuk Melawan Belanda

Minggu, 08 September 2024 - 07:34 WIB
loading...
A A A
Mereka untuk sementara waktu bertahan dengan membuat benteng dan kubu-kubu pertahanan dibantu pasukan polisi setempat.

Bahkan pada tahun 1827 seluruh masyarakat Tionghoa dan peranakannya terdiri dari 147 pria, 138 perempuan, 185 anak-anak harus diungsikan ke Wonosobo.

Penduduk Jawa setempat lantas meminta mereka kembali lagi dengan alasan keterampilan bisnis etnis Tionghoa diperlukan agar penduduk dapat memasarkan produk kapas mereka.

Lebih jauh Pangeran Diponegoro juga memerintahkan komandan lapangannya agar menghentikan segala bentuk hubungan intim dengan perempuan peranakan, dengan alasan hubungan itu bisa membawa sial.

Larangan semacam itu tidak pernah diberlakukan secara ketat di keraton sebelum masa perang, di mana hubungan intim antara penguasa Jawa dan perempuan peranakan Tionghoa dianggap normal-normal saja.

Bahkan satu contohnya kakek Pangeran Diponegoro sendiri Sultan Hamengkubuwono II memiliki selir merupakan perempuan kesayangan bernama Mas Ayu Sumarsonowati, yang memiliki peranakan Tionghoa.

Dari hubungannya inilah menghasilkan putra bernama Pangeran Joyokusumo, yang kemudian menjadi salah satu panglima tertinggi bala tentara Pangeran Diponegoro dan dikenal sebab langseb putih warisan ibu kandungnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
Pangeran Sambernyawa...
Pangeran Sambernyawa Pimpin Pasukannya dengan Semboyan Tiji Tibeh, Bikin Belanda Kocar-kacir
Antara “One China...
Antara One China Policy dan Dua Realitas Politik
Kembali atau Dijajah:...
Kembali atau Dijajah: Menjemput Nusantara Jayasempurna
Pengaruh Asing Dinilai...
Pengaruh Asing Dinilai Menguat, Komunitas Tionghoa Imbau Kedepankan Keindonesiaan
Rekomendasi
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
Raih Predikat Tertinggi...
Raih Predikat Tertinggi IRCA Dua Kali Berturut-turut, GDPS Tegaskan Budaya Kepatuhan
Campus League The Nationals...
Campus League The Nationals 2026 Resmi Dimulai, UPH dan BINUS Langsung Menang di Laga Pembuka
Berita Terkini
15.080 Peserta Siap...
15.080 Peserta Siap Ikuti Riau Bhayangkara Run 2026
Parapuar 2026 Hadirkan...
Parapuar 2026 Hadirkan Senja, Budaya dan Musik di Labuan Bajo
Tragis! Wanita Tewas...
Tragis! Wanita Tewas usai Jatuh dari Lantai 27 Apartemen di Cempaka Putih
KORPRI Lebak Tantang...
KORPRI Lebak Tantang 1.700 Pelari di Ajang RUNK5BITUNG 2026
Momen Siswa SRMP 17...
Momen Siswa SRMP 17 Tabanan Curhat ke Prabowo
Tembus 16,46 Juta Pengguna,...
Tembus 16,46 Juta Pengguna, LinkUMKM BRI Sukses Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved