24 Guru dan Tenaga Pendidikan SMA di Mojokerto Reaktif COVID-19
Rabu, 26 Agustus 2020 - 21:11 WIB
loading...
A
A
A
Rapid test massal Covid-19 kali ini diikuti sebanyak 1.968 orang yang terdiri dari guru dan tenaga kependidikan (GTT/PTT) Kota/Kabupaten Mojokerto jenjang SMA Negeri sederajat. Herlambang memastikan adanya guru dan tenaga kependidikan yang dinyatakan reaktif ini tidak akan menjadi kendala dalam persiapan pembelajaran tatap muka di Mojokerto.
"Persiapan pembelajaran tatap muka tetap dilaksanakan apalagi sifatnya terbatas, sehinga tidak akan menjadi kendala. Karena guru yang reaktif menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing dan ada guru yang bisa menggantikan di sekolah," bebernya.
Menindaklajuti adanya guru dan tenaga kependidikan yang reaktif rapid test, pihaknya akan segera berkordinasi dengan instansi lain. Nantinya para guru dan tenaga pendidikan yang reaktif berdasarkan hasil rapid test, akan menjalani swab test. Hal itu untuk memastikan kondisi pasien apakah terkonfirmasi positif COVID-19 atau tidak.
"Namun, biasanya kalangan guru pada jenjang pendidikan ini banyak yang melakukan tes swab PCR mandiri dan itu tidak masalah. Terpenting kami pastikan bahwa guru-guru seluruhnya sehat agar masyarakat percaya untuk akses anak didik ke sekolah," tandasnya.
"Persiapan pembelajaran tatap muka tetap dilaksanakan apalagi sifatnya terbatas, sehinga tidak akan menjadi kendala. Karena guru yang reaktif menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing dan ada guru yang bisa menggantikan di sekolah," bebernya.
Menindaklajuti adanya guru dan tenaga kependidikan yang reaktif rapid test, pihaknya akan segera berkordinasi dengan instansi lain. Nantinya para guru dan tenaga pendidikan yang reaktif berdasarkan hasil rapid test, akan menjalani swab test. Hal itu untuk memastikan kondisi pasien apakah terkonfirmasi positif COVID-19 atau tidak.
"Namun, biasanya kalangan guru pada jenjang pendidikan ini banyak yang melakukan tes swab PCR mandiri dan itu tidak masalah. Terpenting kami pastikan bahwa guru-guru seluruhnya sehat agar masyarakat percaya untuk akses anak didik ke sekolah," tandasnya.
(shf)
Lihat Juga :