Cerita Jenderal TNI AD Hadapi Prajurit yang Mabuk dan Bikin Resah Warga, Hukumannya Bikin Insaf
Sabtu, 07 September 2024 - 09:31 WIB
loading...
A
A
A
"Ampun! Ampun, Danton!" teriak Kopral Komarudin. Ia pun keluar dari kolam dan bersujud di kaki Letda Inf Agus Rohman sambil meneriakkan kata ampun.
Melihat bawahannya mengurungkan niat untuk bunuh diri dan meminta ampun, Agus Rohman pun melunak. Hukuman sel pun tak jadi diberlakukan kepada Kopral Komarudin.
Mantan Panglima Komando Daerah Militer XVI/Pattimura ini memberi hukuman kepada Kopral Komarudin dengan cara yang unik. Setiap Salat Jumat, Kopral Komarudin diharuskan berada di saf paling depan sebelah kiri.
Ternyata, hukuman itu benar-benar dijalani oleh Kopral Komarudin. Setiap Salat Jumat, Agus Rohman melihatnya berada di saf paling depan sebelah kiri.
Untuk mendapatkan saf itu, Kopral Komarudin harus datang lebih awal ke masjid. Pernah sekali waktu, Kopral Komarudin terlambat datang ke masjid dan kehilangan tempatnya.
"Maaf, Pak. Ini tempat saya," begitulah ucap Kopral Komarudin saat ia datang terlambat sementara safnya sudah diisi oleh orang lain. Dari belakang, Agus Rohman tersenyum melihat perubahan yang terjadi pada Kopral Komarudin.
Di lain cerita, pria yang pernah menjabat sebagai Panglima Divisi Infanteri 1/Kostrad ini mendobrak barak pada hari Jumat. Ia mendapati para prajurit yang sedang berleha-leha di dalam barak.
Padahal, hari itu adalah hari Jumat. Seharusnya, bagi prajurit yang menganut agama Islam mempersiapkan diri untuk Salat Jumat. Saat itu, Letda Inf Agus Rohman sedang melaksanakan piket (perwira piket).
"Semuanya cepat bersiap Salat Jumat!" perintah Letda Inf Agus Rohman.
"Jangan sampai saya temukan ada yang nggak Salat Jumat!" tegasnya.
Memang, ketika itu beberapa prajurit Batalyon Infanteri L 330/TD malas melaksanakan Salat Jumat. Agus Rohman menjabat sebagai komandan peleton berprinsip bahwa ia bertanggung jawab mengubah kebiasaan prajuritnya. Namun, ia membutuhkan keberanian untuk mengubah mereka.
Pria yang menjabat sebagai Danrem 061/Surya Kencana pada tahun 2012-2013 ini merasa tidak mungkin memimpin manusia tanpa keberanian. Meski berstatus sebagai perwira remaja, ia harus berani menghadapi prajurit yang dipimpinnya. Ia harus dapat mengubah prajuritnya itu agar menjadi prajurit yang lebih baik.
Bukan tanpa alasan Agus Rohman selalu menekankan Salat Jumat kepada para prajurit, sejak kecil ia dan saudara-saudaranya sudah ditanamkan pendidikan agama oleh sang ayah, Ahmad Mustofa. Ahmad Mustofa menitipkan anak-anaknya kepada kiai di sekitar Cibaduyut untuk dididik menjadi pribadi yang taat.
Didikan ayahnya tersebut menjadikan Agus Rohman sebagai Muslim yang taat saat menjalani karier kemiliterannya di TNI. Setiap bertugas sebagai perwira piket, Agus Rohman selalu memerintahkan prajurit untuk menunaikan salat Jumat.
Melihat bawahannya mengurungkan niat untuk bunuh diri dan meminta ampun, Agus Rohman pun melunak. Hukuman sel pun tak jadi diberlakukan kepada Kopral Komarudin.
Mantan Panglima Komando Daerah Militer XVI/Pattimura ini memberi hukuman kepada Kopral Komarudin dengan cara yang unik. Setiap Salat Jumat, Kopral Komarudin diharuskan berada di saf paling depan sebelah kiri.
Ternyata, hukuman itu benar-benar dijalani oleh Kopral Komarudin. Setiap Salat Jumat, Agus Rohman melihatnya berada di saf paling depan sebelah kiri.
Untuk mendapatkan saf itu, Kopral Komarudin harus datang lebih awal ke masjid. Pernah sekali waktu, Kopral Komarudin terlambat datang ke masjid dan kehilangan tempatnya.
"Maaf, Pak. Ini tempat saya," begitulah ucap Kopral Komarudin saat ia datang terlambat sementara safnya sudah diisi oleh orang lain. Dari belakang, Agus Rohman tersenyum melihat perubahan yang terjadi pada Kopral Komarudin.
Di lain cerita, pria yang pernah menjabat sebagai Panglima Divisi Infanteri 1/Kostrad ini mendobrak barak pada hari Jumat. Ia mendapati para prajurit yang sedang berleha-leha di dalam barak.
Padahal, hari itu adalah hari Jumat. Seharusnya, bagi prajurit yang menganut agama Islam mempersiapkan diri untuk Salat Jumat. Saat itu, Letda Inf Agus Rohman sedang melaksanakan piket (perwira piket).
"Semuanya cepat bersiap Salat Jumat!" perintah Letda Inf Agus Rohman.
"Jangan sampai saya temukan ada yang nggak Salat Jumat!" tegasnya.
Memang, ketika itu beberapa prajurit Batalyon Infanteri L 330/TD malas melaksanakan Salat Jumat. Agus Rohman menjabat sebagai komandan peleton berprinsip bahwa ia bertanggung jawab mengubah kebiasaan prajuritnya. Namun, ia membutuhkan keberanian untuk mengubah mereka.
Pria yang menjabat sebagai Danrem 061/Surya Kencana pada tahun 2012-2013 ini merasa tidak mungkin memimpin manusia tanpa keberanian. Meski berstatus sebagai perwira remaja, ia harus berani menghadapi prajurit yang dipimpinnya. Ia harus dapat mengubah prajuritnya itu agar menjadi prajurit yang lebih baik.
Bukan tanpa alasan Agus Rohman selalu menekankan Salat Jumat kepada para prajurit, sejak kecil ia dan saudara-saudaranya sudah ditanamkan pendidikan agama oleh sang ayah, Ahmad Mustofa. Ahmad Mustofa menitipkan anak-anaknya kepada kiai di sekitar Cibaduyut untuk dididik menjadi pribadi yang taat.
Didikan ayahnya tersebut menjadikan Agus Rohman sebagai Muslim yang taat saat menjalani karier kemiliterannya di TNI. Setiap bertugas sebagai perwira piket, Agus Rohman selalu memerintahkan prajurit untuk menunaikan salat Jumat.
Lihat Juga :