Cerita Jenderal TNI AD Hadapi Prajurit yang Mabuk dan Bikin Resah Warga, Hukumannya Bikin Insaf
Sabtu, 07 September 2024 - 09:31 WIB
loading...
Letnan Jenderal (Letjen) TNI (Purn) Agus Rohman memilik cara unik menertibkan prajurit yang mbalelo ketika masih aktif di militer. Foto/Pen Kodam Pattimura
A
A
A
Letnan Jenderal (Letjen) TNI (Purn) Agus Rohman memiliki cara unik menertibkan prajurit yang "mbalelo" ketika masih aktif di militer. Pria yang pernah menjabat Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III mendisiplinkan bawahannya dengan sentuhan rohani.
Agus Rohman mengisahkan pengalamannya ketika bertugas di Batalyon Infanteri Para Raider 330/Tri Dharma yang berlokasi di Cicalengka, Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat lewat buku biografinya berjudul "Panglima dari Bandung Selatan, 88 Praktik Kepemimpinan Ala Mayjen TNI H Agus Rohman, S.I.P., M.I.P".
Baca juga: Kisah Menegangkan Letjen TNI (Purn) Agus Rohman Antar Segepok Uang dalam Misi Berbahaya ke Timor Timur
Mengemban jabatan sebagai Kasi Log Yonif Linud 330/Tri Dharma, Agus Rohman yang kali itu masih berpangkat Letnan Dua (Letda) menerima menerima laporan bahwa ada prajurit Batalyon Infanteri L 330/TD yang berulah di Cicalengka, Bandung hari itu. Prajurit tersebut mabuk dan membuat warga Cicalengka menjadi resah.
Prajurit itu bernama Kopral Komarudin yang merupakan salah satu anggota peleton yang dipimpin Letda Inf Agus Rohman. Dia kemudian menangkap Kopral Komarudin dan memasukkannya ke dalam sel.
Saat Agus Rohman hendak meninggalkan sel, Kopral Komarudin malah mengeluarkan ancaman. "Saya akan bunuh diri dengan menggunakan tali sepatu!"
Abituren Akademi Militer (Akmil) 1988 itu lalu membalikkan badannya dan mendekati sel itu. "Keluar kamu! Kamu bunuh diri sekarang!" ujarnya dikutip SINDOnews, Sabtu (7/9/2024).
Dia lantas membawa Kopral Komarudin ke sebuah kolam di dekat sel itu. Dalam benaknya, ia tahu bahwa pada hakikatnya manusia itu takut mati. Beberapa petugas jaga ikut menyaksikan peristiwa itu.
"Sekarang, kamu masuk ke kolam itu. Bunuh diri di sana!" perintah Agus Rohman. Kopral Komarudin pun masuk ke kolam itu. Ia tampak terdiam.
"Ayo bunuh diri! Saya tanggung jawab!" tegas mantan Ajudan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini.
"Kalian, regu jaga, pasang sangkur! Sikap salvo ke atas!" perintahnya kepada petugas jaga.
Petugas jaga pun berbaris, melepas sangkur, mengacungkan sangkur itu ke langit. Kopral Komarudin pun menenggelamkan dirinya ke kolam itu.
Namun, baru sebentar menenggelamkan dirinya, ia muncul lagi ke permukaan. Sekali. Dua kali. Hingga tiga kali. Akhirnya, Kopral Komarudin merasa belum siap mati.
"Katanya kamu ingin mati. Kok muncul terus kepalamu?" tegas Agus Rohman.
Agus Rohman mengisahkan pengalamannya ketika bertugas di Batalyon Infanteri Para Raider 330/Tri Dharma yang berlokasi di Cicalengka, Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat lewat buku biografinya berjudul "Panglima dari Bandung Selatan, 88 Praktik Kepemimpinan Ala Mayjen TNI H Agus Rohman, S.I.P., M.I.P".
Baca juga: Kisah Menegangkan Letjen TNI (Purn) Agus Rohman Antar Segepok Uang dalam Misi Berbahaya ke Timor Timur
Mengemban jabatan sebagai Kasi Log Yonif Linud 330/Tri Dharma, Agus Rohman yang kali itu masih berpangkat Letnan Dua (Letda) menerima menerima laporan bahwa ada prajurit Batalyon Infanteri L 330/TD yang berulah di Cicalengka, Bandung hari itu. Prajurit tersebut mabuk dan membuat warga Cicalengka menjadi resah.
Prajurit itu bernama Kopral Komarudin yang merupakan salah satu anggota peleton yang dipimpin Letda Inf Agus Rohman. Dia kemudian menangkap Kopral Komarudin dan memasukkannya ke dalam sel.
Saat Agus Rohman hendak meninggalkan sel, Kopral Komarudin malah mengeluarkan ancaman. "Saya akan bunuh diri dengan menggunakan tali sepatu!"
Abituren Akademi Militer (Akmil) 1988 itu lalu membalikkan badannya dan mendekati sel itu. "Keluar kamu! Kamu bunuh diri sekarang!" ujarnya dikutip SINDOnews, Sabtu (7/9/2024).
Dia lantas membawa Kopral Komarudin ke sebuah kolam di dekat sel itu. Dalam benaknya, ia tahu bahwa pada hakikatnya manusia itu takut mati. Beberapa petugas jaga ikut menyaksikan peristiwa itu.
"Sekarang, kamu masuk ke kolam itu. Bunuh diri di sana!" perintah Agus Rohman. Kopral Komarudin pun masuk ke kolam itu. Ia tampak terdiam.
"Ayo bunuh diri! Saya tanggung jawab!" tegas mantan Ajudan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini.
"Kalian, regu jaga, pasang sangkur! Sikap salvo ke atas!" perintahnya kepada petugas jaga.
Petugas jaga pun berbaris, melepas sangkur, mengacungkan sangkur itu ke langit. Kopral Komarudin pun menenggelamkan dirinya ke kolam itu.
Namun, baru sebentar menenggelamkan dirinya, ia muncul lagi ke permukaan. Sekali. Dua kali. Hingga tiga kali. Akhirnya, Kopral Komarudin merasa belum siap mati.
"Katanya kamu ingin mati. Kok muncul terus kepalamu?" tegas Agus Rohman.
Lihat Juga :