Kisah Menegangkan Letjen TNI (Purn) Agus Rohman Antar Segepok Uang dalam Misi Berbahaya ke Timor Timur
Minggu, 25 Agustus 2024 - 10:26 WIB
loading...
Letjen TNI (Purn) Agus Rohman pernah menjabat Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III. Foto/Dok Pribadi Agus Rohman
A
A
A
LETNAN JENDERAL (Letjen) TNI (Purn) Agus Rohman memiliki pengalaman menegangkan saat ditugaskan di daerah operasi Timor Timur yang sekarang menjadi Timor Leste pada tahun 1994.
Saat itu, Agus Rohman yang merupakan abituren Akademi Militer (Akmil) tahun 1988 masih berpangkat Lettu dan menjabat sebagai Kasi-4/Log Yonif Linud 330/Tri Dharma Kostrad.
Baca juga: Kisah Cinta Jenderal Kopassus AM Hendropriyono, Pinjamkan Topi untuk Taklukkan Hati Tati Mulya
Penugasan ke wiayah konflik di Timor Timur menjadi pengalamannya pertama kali penugasan ke medan operasi. Kala itu memang bukan di garis depan, namun bertugas di bagian logistik.
Dikutip dari buku biografi berjudul "Panglima dari Bandung Selatan, 88 Praktik Kepemimpinan Ala Mayjen TNI H Agus Rohman, S.I.P., M.I.P", Minggu (25/8/2024), Agus Rohman kala itu berperan untuk menyiapkan dan mendistribusikan segala kebutuhan logistik di garis depan.
Tentunya, hal itu merupakan tantangan bagi seorang perwira muda.
Hingga akhirnya datang perintah atasan untuk mengantar segepok uang ke wilayah Lospalos, Timor Timur.
"Kamu harus antar uang ini ke Lospalos," perintah Komandan Batalyon Infanteri L 330/TD kepada Lettu Inf Agus Rohman melalui radio racal.
Baca juga: Kisah Jenderal Kopassus Soegito Perintahkan Luhut Pandjaitan Cari Makanan saat Peristiwa Malari
"Siap!" tegas Agus Rohman. Lantas, suasana menjadi hening.
"Izin bertanya Komandan. Kenapa tidak kemarin saja uang ini diberikan?" lanjutnya.
Pasalnya, kemarin ada pasukan yang datang menggunakan dua mobil. Dia berpikir jika uang itu diberikan kemarin kepada pasukan itu, tentu itu akan lebih baik dan aman.
"Kita tidak bisa mengulang apa yang terjadi kemarin, bukan? Uang itu harus kamu antar ke Lospalos hari ini juga," ujar Komandan Batalyon sekali lagi seolah mempertegas perintah sebelumnya.
Lospalos adalah kota di Timor Leste. Letaknya 248 km di timur Dili, ibu kota negara itu.
"Kamu berangkat ke Lospalos berpakaian preman saja menggunakan bus umum. Tidak perlu membawa senjata," perintah komandannya.
"Siap Komandan! Tapi izinkan saya membawa pistol," ucap Agus menimpali.
Meski dilarang membawa senjata, bukan tanpa alasan Agus meminta izin membawa pistol dalam perjalanannya. Ketika itu dalam pikiran Agus, jika ia dihadang di perjalanan oleh kelompok Fretelin, minimal ia bisa memberikan perlawanan.
Saat itu, Agus Rohman yang merupakan abituren Akademi Militer (Akmil) tahun 1988 masih berpangkat Lettu dan menjabat sebagai Kasi-4/Log Yonif Linud 330/Tri Dharma Kostrad.
Baca juga: Kisah Cinta Jenderal Kopassus AM Hendropriyono, Pinjamkan Topi untuk Taklukkan Hati Tati Mulya
Penugasan ke wiayah konflik di Timor Timur menjadi pengalamannya pertama kali penugasan ke medan operasi. Kala itu memang bukan di garis depan, namun bertugas di bagian logistik.
Dikutip dari buku biografi berjudul "Panglima dari Bandung Selatan, 88 Praktik Kepemimpinan Ala Mayjen TNI H Agus Rohman, S.I.P., M.I.P", Minggu (25/8/2024), Agus Rohman kala itu berperan untuk menyiapkan dan mendistribusikan segala kebutuhan logistik di garis depan.
Tentunya, hal itu merupakan tantangan bagi seorang perwira muda.
Hingga akhirnya datang perintah atasan untuk mengantar segepok uang ke wilayah Lospalos, Timor Timur.
"Kamu harus antar uang ini ke Lospalos," perintah Komandan Batalyon Infanteri L 330/TD kepada Lettu Inf Agus Rohman melalui radio racal.
Baca juga: Kisah Jenderal Kopassus Soegito Perintahkan Luhut Pandjaitan Cari Makanan saat Peristiwa Malari
"Siap!" tegas Agus Rohman. Lantas, suasana menjadi hening.
"Izin bertanya Komandan. Kenapa tidak kemarin saja uang ini diberikan?" lanjutnya.
Pasalnya, kemarin ada pasukan yang datang menggunakan dua mobil. Dia berpikir jika uang itu diberikan kemarin kepada pasukan itu, tentu itu akan lebih baik dan aman.
"Kita tidak bisa mengulang apa yang terjadi kemarin, bukan? Uang itu harus kamu antar ke Lospalos hari ini juga," ujar Komandan Batalyon sekali lagi seolah mempertegas perintah sebelumnya.
Lospalos adalah kota di Timor Leste. Letaknya 248 km di timur Dili, ibu kota negara itu.
"Kamu berangkat ke Lospalos berpakaian preman saja menggunakan bus umum. Tidak perlu membawa senjata," perintah komandannya.
"Siap Komandan! Tapi izinkan saya membawa pistol," ucap Agus menimpali.
Meski dilarang membawa senjata, bukan tanpa alasan Agus meminta izin membawa pistol dalam perjalanannya. Ketika itu dalam pikiran Agus, jika ia dihadang di perjalanan oleh kelompok Fretelin, minimal ia bisa memberikan perlawanan.
Lihat Juga :