Mesin Pabrik Kayu Manis Kota Sungai Penuh Jambi Meledak, Satu Pekerja Tewas
Jum'at, 10 Januari 2025 - 10:47 WIB
loading...
Sebuah mesin pengolahan minyak di pabrik pengolahan kulit kayu manis milik PT Cassia Co-op, Desa Koto Dumo, Kecamatan Tanah Kampung, Kota Sungai Penuh, Jambi, tiba-tiba meledak pada Kamis (9/1/2025). FOTO/KAPIOR GANDI
A
A
A
JAMBI - Sebuah mesin pengolahan minyak di pabrik pengolahan kulit kayu manis milik PT Cassia Co-op, Desa Koto Dumo, Kecamatan Tanah Kampung, Kota Sungai Penuh, Jambi, tiba-tiba meledak pada Kamis (9/1/2025). Akibat ledakan ini, seorang pekerja tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit di Sumatera Barat.
Video amatir merekam detik-detik pasca ledakan yang mengguncang pabrik tersebut. Warga sekitar dan petugas pemadam kebakaran yang mendengar ledakan dahsyat segera mendatangi lokasi untuk memberikan bantuan. Namun, mereka tidak diizinkan masuk oleh petugas keamanan pabrik dan hanya bisa menyaksikan situasi dari luar pagar.
Menurut laporan, ledakan tersebut menyebabkan seorang pekerja bernama Afrodeka (35 tahun) mengalami luka serius di bagian kaki. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, nyawanya tidak dapat diselamatkan dan ia meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit di Sumatera Barat.
Tim Inafis Satreskrim Polres Kerinci segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Berdasarkan hasil penyelidikan awal, ledakan diduga terjadi akibat salah satu mesin penyulingan yang mengalami peningkatan suhu di atas ambang batas. Hal ini menyebabkan tutup mesin terlepas dan terpental hingga sejauh 20 meter, menghantam korban yang sedang bekerja.
Video amatir merekam detik-detik pasca ledakan yang mengguncang pabrik tersebut. Warga sekitar dan petugas pemadam kebakaran yang mendengar ledakan dahsyat segera mendatangi lokasi untuk memberikan bantuan. Namun, mereka tidak diizinkan masuk oleh petugas keamanan pabrik dan hanya bisa menyaksikan situasi dari luar pagar.
Menurut laporan, ledakan tersebut menyebabkan seorang pekerja bernama Afrodeka (35 tahun) mengalami luka serius di bagian kaki. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, nyawanya tidak dapat diselamatkan dan ia meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit di Sumatera Barat.
Tim Inafis Satreskrim Polres Kerinci segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Berdasarkan hasil penyelidikan awal, ledakan diduga terjadi akibat salah satu mesin penyulingan yang mengalami peningkatan suhu di atas ambang batas. Hal ini menyebabkan tutup mesin terlepas dan terpental hingga sejauh 20 meter, menghantam korban yang sedang bekerja.
Lihat Juga :