Kisah Cinta Jenderal Kopassus AM Hendropriyono, Pinjamkan Topi untuk Taklukkan Hati Tati Mulya
Senin, 19 Agustus 2024 - 17:56 WIB
loading...
Jenderal TNI (HOR) (Purn) AM Hendropriyono bersama istri tercinta, Tati Mulya. Foto/Repro Love Story, Kisah Cinta Tokoh-Tokoh Terkemuka
A
A
A
PERJUANGAN Jenderal TNI (HOR) (Purn) Abdullah Mahmud (AM) Hendropriyono, tokoh intelijen dan militer Indonesia dalam mendapatkan hati sang istri cinta, Tati Mulya berliku selama setahun.
Jenderal yang berkarier di Satuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) ini dikenal tangguh dan mampu bergerak cepat mengalahkan musuh di medan perang. Namun dalam urusan percintaan, perlu perjuangan untuk menaklukkan pujaan hatinya.
Baca juga: Mengharukan, Jenderal Kopassus Ini Bertemu Bekas Musuh Paling Ditakuti di Medan Operasi Kalimantan
Awal pertemuan Abituren Akademi Militer Nasional (AMN) sekarang bernama Akademi Militer (Akmil) 1967 ini dengan Tati Mulya jauh dari kesan romantis. Kala itu, keduanya bersua di tempat latihan karate yang dipimpinan Sensei Latif.
Hendropriyono dan Latif saat itu tinggal asrama Kopassus. Secara tak disengaja, Hendropriyono mendengar Sensei Latif menelepon Tati untuk datang latihan.
Penasaran dengan sosok wanita misterius yang berbicara dengan Sensei Latif, maka dia berupaya menemuinya.
Hingga akhirnya pertemuan keduanya pun terjadi. Hendropriyono langsung jatuh hati dengan kecantikan paras Tati. Namun berbeda dengan Tati, ia mengaku tak merasakan apa-apa saat pertama kali bertemu dengan prajurit baret merah yang kelak jadi suaminya tersebut.
Baca juga: Kisah Hendropriyono, Jenderal Kopassus Sergap Petinggi Komunis di Belantara Kalimantan
Tati yang menyandang sabuk kuning harus mengikuti ujian kenaikan tingkat di kelas karate. Sementara Hendropriyono yang memegang sabuk cokelat bertugas mengawasi ujian long march yang menempuh jarak sekitar 57 kilometer dari Ambarawa hingga Magelang.
Nah, kesempatan ini tak disia-siakan Hendropriyono untuk mendapatkan perhatian Tati. Gebrakan pertamanya adalah dengan meminjamkan topi kepada Tati agar tidak terlalu panas tersengat sinar matahari.
Uniknya, Hendropriyono tak berani meminjamkan langsung kepada sang pujaan hati tapi melalui Sensei Latif.
Perhatian kecil itu ternyata membuat hati Tati berbunga-bunga. Mulai tumbuh di hatinya benih-benih cinta kepada sang prajurit.
"Dulu dititipin topi saja sudah senang banget," tutur Tati dalam buku Love Story, Kisah Cinta Tokoh-Tokoh Terkemuka terbitan Harian Seputar Indonesia (2009) dikutip, Senin (19/8/2022).
Perhatian Hendropriyono tak berhenti dengan hanya meminjamkan topi. Pria kelahiran 7 Mei 1945 ini menjemput Tati seusai long march yang kelalahan dengan menggunakan mobil jip dinas bermerek Gaz.
Hendro melihat kaki Tati bengkak setelah berjalan puluhan kilometer. Dengan sigap, Hendro menyediakan air hangat untuk merendam kaki sang pujaan hati.
Jenderal yang berkarier di Satuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) ini dikenal tangguh dan mampu bergerak cepat mengalahkan musuh di medan perang. Namun dalam urusan percintaan, perlu perjuangan untuk menaklukkan pujaan hatinya.
Baca juga: Mengharukan, Jenderal Kopassus Ini Bertemu Bekas Musuh Paling Ditakuti di Medan Operasi Kalimantan
Awal pertemuan Abituren Akademi Militer Nasional (AMN) sekarang bernama Akademi Militer (Akmil) 1967 ini dengan Tati Mulya jauh dari kesan romantis. Kala itu, keduanya bersua di tempat latihan karate yang dipimpinan Sensei Latif.
Hendropriyono dan Latif saat itu tinggal asrama Kopassus. Secara tak disengaja, Hendropriyono mendengar Sensei Latif menelepon Tati untuk datang latihan.
Penasaran dengan sosok wanita misterius yang berbicara dengan Sensei Latif, maka dia berupaya menemuinya.
Hingga akhirnya pertemuan keduanya pun terjadi. Hendropriyono langsung jatuh hati dengan kecantikan paras Tati. Namun berbeda dengan Tati, ia mengaku tak merasakan apa-apa saat pertama kali bertemu dengan prajurit baret merah yang kelak jadi suaminya tersebut.
Baca juga: Kisah Hendropriyono, Jenderal Kopassus Sergap Petinggi Komunis di Belantara Kalimantan
Tati yang menyandang sabuk kuning harus mengikuti ujian kenaikan tingkat di kelas karate. Sementara Hendropriyono yang memegang sabuk cokelat bertugas mengawasi ujian long march yang menempuh jarak sekitar 57 kilometer dari Ambarawa hingga Magelang.
Nah, kesempatan ini tak disia-siakan Hendropriyono untuk mendapatkan perhatian Tati. Gebrakan pertamanya adalah dengan meminjamkan topi kepada Tati agar tidak terlalu panas tersengat sinar matahari.
Uniknya, Hendropriyono tak berani meminjamkan langsung kepada sang pujaan hati tapi melalui Sensei Latif.
Perhatian kecil itu ternyata membuat hati Tati berbunga-bunga. Mulai tumbuh di hatinya benih-benih cinta kepada sang prajurit.
"Dulu dititipin topi saja sudah senang banget," tutur Tati dalam buku Love Story, Kisah Cinta Tokoh-Tokoh Terkemuka terbitan Harian Seputar Indonesia (2009) dikutip, Senin (19/8/2022).
Perhatian Hendropriyono tak berhenti dengan hanya meminjamkan topi. Pria kelahiran 7 Mei 1945 ini menjemput Tati seusai long march yang kelalahan dengan menggunakan mobil jip dinas bermerek Gaz.
Hendro melihat kaki Tati bengkak setelah berjalan puluhan kilometer. Dengan sigap, Hendro menyediakan air hangat untuk merendam kaki sang pujaan hati.
Lihat Juga :