Tinggalkan Anies, PKS Tawarkan Kader Sendiri ke KIM Plus
Sabtu, 10 Agustus 2024 - 17:33 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut dia mengatakan, PKS dalam Pilkada 2024 ini tetap konsisten untuk mengusung kadernya. Pada opsi pertama, PKS telah menawarkan agar kadernya sendiri maju dalam dalam perhelatan tersebut, yakni dengan mendeklarasikan dukungan terhadap Anies Baswedan dan Sohibul Iman (AMAN).
Baca juga: Pilkada Jakarta 2024: Untung Rugi PKS Ceraikan Anies Baswedan
"Keputusan tidak berubah sejak awal karena aspirasi dari mandat warga Jakarta tertinggi itu di PKS, karena kita pemenang pemilu, maka PKS memutuskan kadernya maju sebagai calon gubernur atau sebagai calon wakil gubernur, itu keputusannya. Di opsi pertama itu kan ada AMAN, di situ ada kader kita Bapak M Sohibul Iman," ucapnya.
Dia melanjutkan, pada opsi kedua yang tengah dijalani PKS, pihaknya tetap menawarkan nama kadernya untuk maju di Pilkada 2024, baik itu sebagai cagub ataukah sebagai cawagub. Adapun soal kepastian bergabung tidaknya PKS dengan KIM Plus, semua itu berada di tangan pimpinan PKS, baik Ketua Majelis Syura maupun Presiden PKS.
"Ini dalam proses komunikasi awal, kita pimpinan PKS bersilaturahmi sebagai kawan lama, sahabat lama yang dahulu mengusung di tahun 2014, 2019, tentu komunikasi politik sangat baik dan itu yang sedang kita ikhtiarkan. Mengenai keputusan hingga saat ini ya itu kita mendengarkan saja nanti arahan langsung dari Ketua Majelis Syuro atau Presiden PKS terkait keputusan tersebut," pungkasnya.
Baca juga: Pilkada Jakarta 2024: Untung Rugi PKS Ceraikan Anies Baswedan
"Keputusan tidak berubah sejak awal karena aspirasi dari mandat warga Jakarta tertinggi itu di PKS, karena kita pemenang pemilu, maka PKS memutuskan kadernya maju sebagai calon gubernur atau sebagai calon wakil gubernur, itu keputusannya. Di opsi pertama itu kan ada AMAN, di situ ada kader kita Bapak M Sohibul Iman," ucapnya.
Dia melanjutkan, pada opsi kedua yang tengah dijalani PKS, pihaknya tetap menawarkan nama kadernya untuk maju di Pilkada 2024, baik itu sebagai cagub ataukah sebagai cawagub. Adapun soal kepastian bergabung tidaknya PKS dengan KIM Plus, semua itu berada di tangan pimpinan PKS, baik Ketua Majelis Syura maupun Presiden PKS.
"Ini dalam proses komunikasi awal, kita pimpinan PKS bersilaturahmi sebagai kawan lama, sahabat lama yang dahulu mengusung di tahun 2014, 2019, tentu komunikasi politik sangat baik dan itu yang sedang kita ikhtiarkan. Mengenai keputusan hingga saat ini ya itu kita mendengarkan saja nanti arahan langsung dari Ketua Majelis Syuro atau Presiden PKS terkait keputusan tersebut," pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :