Tambang Batu Bara di Lahat Diminta Perhatikan Aspek Lingkungan
Senin, 05 Agustus 2024 - 16:05 WIB
loading...
Pemerintah diminta mempertimbangkan berbagai faktor lingkungan terkait tambang batu bara di Lahat, Sumsel. Foto/Ilustrasi
A
A
A
LAHAT - Etika lingkungan di Indonesia, yang seharusnya menggunakan paradigma ekosentrisme, mengharuskan perhatian terhadap unsur biotik dan abiotik, termasuk manusia, hewan, tumbuhan, dan alam. Semua elemen harus dijaga demi keberlangsungan hidup dan regenerasi.
“Hal ini juga sudah diatur dalam konsensus internasional dan aturan lingkungan hidup di berbagai negara,” ujar Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Perhimpunan Gerakan Nusantara Raya (DPP PGNR), Oktaria Saputra, Senin (5/8/2024).
Dalam pembangunan negara, keberlanjutan lingkungan harus menjadi perhatian utama. Pemerintah harus mempertimbangkan berbagai faktor lingkungan, seperti perubahan fisik lingkungan, keberadaan flora dan fauna, serta keselamatan manusia.
Baca Juga: Tambang Batu Bara di Kolombia Meledak, 11 Orang Tewas
“Ini berlaku dalam semua aspek pembangunan, termasuk pemberian izin operasi korporasi yang harus melalui Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) yang cermat,” jelasnya.
“Hal ini juga sudah diatur dalam konsensus internasional dan aturan lingkungan hidup di berbagai negara,” ujar Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Perhimpunan Gerakan Nusantara Raya (DPP PGNR), Oktaria Saputra, Senin (5/8/2024).
Dalam pembangunan negara, keberlanjutan lingkungan harus menjadi perhatian utama. Pemerintah harus mempertimbangkan berbagai faktor lingkungan, seperti perubahan fisik lingkungan, keberadaan flora dan fauna, serta keselamatan manusia.
Baca Juga: Tambang Batu Bara di Kolombia Meledak, 11 Orang Tewas
“Ini berlaku dalam semua aspek pembangunan, termasuk pemberian izin operasi korporasi yang harus melalui Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) yang cermat,” jelasnya.
Lihat Juga :