Kisah Hayam Wuruk dan Sistem Pungutan Pajak di Majapahit
Senin, 05 Agustus 2024 - 06:13 WIB
loading...
Pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, Majapahit mencapai puncak kejayaannya berkat sistem pajak yang efektif dan terstruktur. Foto/Ilustrasi/Ist
A
A
A
Pada masa pemerintahan Hayam Wuruk , Majapahit mencapai puncak kejayaannya berkat sistem pajak yang efektif dan terstruktur. Pajak menjadi salah satu sumber utama pendapatan negara, selain dari kekayaan alam yang melimpah.
Saat itu ada beberapa upeti dan pajak yang wajib disetorkan. Hayam Wuruk menata sedemikian rupa pembayaran pajak dari struktur tingkat daerah di bawah kekuasaan Majapahit. Struktur pemerintahan dibentuk sedemikian rupa, susunan birokrasi pun dibuatnya dengan teratur semasa.
Raja dianggap sebagai penjelmaan dewa dan memegang otoritas politik tertinggi. Sebagai kepala pemerintahan raja Majapahit bergelar Bhatara Prabhu (Bhre Prabhu) atau Sri Maharaja.
Dikisahkan dari buku "Hitam Putih Mahapatih Gajah Gajah Mada" dari Sri Wintala Achmad, pejabat pemerintahan di bawah raja yaitu Mahapatih Amangkubumi, yang bertugas untuk memberi perintah atau arahan tentang jalannya pemerintahan di negara bawahan atau daerah. Kakawin Negarakertagama mengisahkan bahwa para patih negara bawahan dan para pembesar pejabat lainnya berkumpul di Kepatihan Majapahit yang dipimpin oleh Mahapatih Amangkubumi Gajah Mada.
Baca Juga: Kisah Raja Majapahit Hayam Wuruk yang Dikritik Anak Buahnya Pejabat Keagamaan
Saat itu ada beberapa upeti dan pajak yang wajib disetorkan. Hayam Wuruk menata sedemikian rupa pembayaran pajak dari struktur tingkat daerah di bawah kekuasaan Majapahit. Struktur pemerintahan dibentuk sedemikian rupa, susunan birokrasi pun dibuatnya dengan teratur semasa.
Raja dianggap sebagai penjelmaan dewa dan memegang otoritas politik tertinggi. Sebagai kepala pemerintahan raja Majapahit bergelar Bhatara Prabhu (Bhre Prabhu) atau Sri Maharaja.
Dikisahkan dari buku "Hitam Putih Mahapatih Gajah Gajah Mada" dari Sri Wintala Achmad, pejabat pemerintahan di bawah raja yaitu Mahapatih Amangkubumi, yang bertugas untuk memberi perintah atau arahan tentang jalannya pemerintahan di negara bawahan atau daerah. Kakawin Negarakertagama mengisahkan bahwa para patih negara bawahan dan para pembesar pejabat lainnya berkumpul di Kepatihan Majapahit yang dipimpin oleh Mahapatih Amangkubumi Gajah Mada.
Baca Juga: Kisah Raja Majapahit Hayam Wuruk yang Dikritik Anak Buahnya Pejabat Keagamaan
Lihat Juga :