20.000 Banser Apel Bareng TNI, Ketum GP Ansor: Manunggal Kekuatan Indonesia
Senin, 14 April 2025 - 07:26 WIB
loading...
Ketum PP GP Ansor Addin Jauharudin menyebut TNI dan GP Ansor adalah dua kekuatan manunggal yang terus membersamai Indonesia. Foto/istimewa
A
A
A
JATIM - Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Addin Jauharudin menyebut Tentara Negara Indonesia (TNI) dan Gerakan Pemuda Ansor ( GP Ansor ) adalah dua kekuatan manunggal yang terus membersamai Indonesia.
“Kalau kita kembali ke peristiwa 10 November, maka kita akan menemukan dua kekuatan besar yaitu TNI dan NU, termasuk juga di dalamnya GP Ansor, yang terus membersamai kedaulatan Indonesia. Dua kekuatan itu terus konsisten sampai sekarang dan masa depan Indonesia,” katanya dalam helatan Gelar Pasukan Apel 20.000 Kader Ansor se-Jawa Timur, Minggu, 13 April 2025.
“Ansor secara kelembagaan juga menjadi bagian koheren dari pasukan Hizbullah yang kemudian melalui Dekrit Soekarno pada Januari 1946, banyak kader Ansor yang juga mengisi jabatan militer seperti Jenderal Monasir, Letjen Muchlas Rowi, Brigjen Sullam Syamsun, Kapten Hasyim Latief, hingga paman Gus Dur Letnan Jusuf Hasyim,” lanjutnya.
Baca juga: Pro Kontra RUU TNI, GP Ansor: Masih Sejalan dengan Semangat Reformasi
Jawa Timur pada umumnya, lanjut pria yang karib disapa Bang Ketum tersebut, merupakan tonggak-tonggak yang menjadi saksi sejarah heroisme GP Ansor, termasuk dalam kelahirannya pada 1934 di Banyuwangi. “Jadi kalau nanti ada Banser dengan seragamnya, anggap saja nostalgia sejarah semasa dulu dalam batalyon TRI Hizbullah,” ujar Bang Ketum.
“Kalau kita kembali ke peristiwa 10 November, maka kita akan menemukan dua kekuatan besar yaitu TNI dan NU, termasuk juga di dalamnya GP Ansor, yang terus membersamai kedaulatan Indonesia. Dua kekuatan itu terus konsisten sampai sekarang dan masa depan Indonesia,” katanya dalam helatan Gelar Pasukan Apel 20.000 Kader Ansor se-Jawa Timur, Minggu, 13 April 2025.
“Ansor secara kelembagaan juga menjadi bagian koheren dari pasukan Hizbullah yang kemudian melalui Dekrit Soekarno pada Januari 1946, banyak kader Ansor yang juga mengisi jabatan militer seperti Jenderal Monasir, Letjen Muchlas Rowi, Brigjen Sullam Syamsun, Kapten Hasyim Latief, hingga paman Gus Dur Letnan Jusuf Hasyim,” lanjutnya.
Baca juga: Pro Kontra RUU TNI, GP Ansor: Masih Sejalan dengan Semangat Reformasi
Jawa Timur pada umumnya, lanjut pria yang karib disapa Bang Ketum tersebut, merupakan tonggak-tonggak yang menjadi saksi sejarah heroisme GP Ansor, termasuk dalam kelahirannya pada 1934 di Banyuwangi. “Jadi kalau nanti ada Banser dengan seragamnya, anggap saja nostalgia sejarah semasa dulu dalam batalyon TRI Hizbullah,” ujar Bang Ketum.
Lihat Juga :