Kisah Raja Majapahit Hayam Wuruk Galau Cari Pengganti Mahapatih Gajah Mada
Sabtu, 30 Desember 2023 - 06:11 WIB
loading...
Patih Gajah Mada meninggal dunia pada tahun Saka 1286 Masehi. Foto/Istimewa
A
A
A
Gajah Mada meninggal dunia pada tahun Saka 1286 Masehi. Usai meninggalnya Gajah Mada Kerajaan Majapahit mencari suksesor atau penggantinya. Momen ini terangkum dalam Kakawin Negarakretagama, kitab kuno warisan Majapahit karangan Mpu Prapanca.
Usai kejadian meninggalnya Gajah Mada, Hayam Wuruk langsung memanggil seluruh Dewan Pertimbangan Agung Majapahit. Mereka dipanggil oleh Raja Hayam Wuruk untuk merapatkan pengganti mahapatih terkuat itu.
Di pertemuan Dewan Pertimbangan Agung Majapahit juga diikuti sejumlah kerabat utama raja Hayam Wuruk. Tampak beberapa kerabat dan keluarga Hayam Wuruk, seperti ibunda Tribhuwana Tunggadewi.
Baca Juga: Jejak Karier Gajah Mada, Anggota Bhayangkara hingga Mahapatih Majapahit yang Melegenda
Ayahandanya Sri Kertawardhana, bibi Dyah Wiyah Rajadwi Maharajasa, sebagaimana dikutip dari buku “Tafsir Sejarah Nagarakretagama” dari sejarawan Prof. Slamet Muljana. Kemudian, sang paman Sri Wijayarajasa, adinda Bhre Lasem, serta suaminya Sri Rajasawardhana.
Serta Bhre Pajang dan suaminya bernama Sri Singawardhana. Pada akhirnya anggota Dewan Pertimbangan Agung Majapahit pada tahun 1364, mengambil keputusan-keputusan penting mengenai urusan negara.
Usai kejadian meninggalnya Gajah Mada, Hayam Wuruk langsung memanggil seluruh Dewan Pertimbangan Agung Majapahit. Mereka dipanggil oleh Raja Hayam Wuruk untuk merapatkan pengganti mahapatih terkuat itu.
Di pertemuan Dewan Pertimbangan Agung Majapahit juga diikuti sejumlah kerabat utama raja Hayam Wuruk. Tampak beberapa kerabat dan keluarga Hayam Wuruk, seperti ibunda Tribhuwana Tunggadewi.
Baca Juga: Jejak Karier Gajah Mada, Anggota Bhayangkara hingga Mahapatih Majapahit yang Melegenda
Ayahandanya Sri Kertawardhana, bibi Dyah Wiyah Rajadwi Maharajasa, sebagaimana dikutip dari buku “Tafsir Sejarah Nagarakretagama” dari sejarawan Prof. Slamet Muljana. Kemudian, sang paman Sri Wijayarajasa, adinda Bhre Lasem, serta suaminya Sri Rajasawardhana.
Serta Bhre Pajang dan suaminya bernama Sri Singawardhana. Pada akhirnya anggota Dewan Pertimbangan Agung Majapahit pada tahun 1364, mengambil keputusan-keputusan penting mengenai urusan negara.
Lihat Juga :