Pelajar SMK di Malang Tewas Tak Wajar, Polisi Sebut Pengaruh Miras Berlebihan

Jum'at, 02 Agustus 2024 - 11:24 WIB
loading...
Pelajar SMK di Malang...
Polisi melakukan olah TKP di rumah almarhum Syahroni, pelajar SMK yang tewas tak wajar di Malang, Jawa Timur. Foto/Ist
A A A
MALANG - Penyebab tewasnya Syahroni (19), pelajar SMK di Kabupaten Malang, Jawa Timur yang tak wajar dan sebelumnya diduga menjadi korban penganiayaan akhirnya terkuak.

Polisi menyimpulkan kematian korban yang tinggal di Dusun Baran RT 13 RW 1 Desa Urek-urek, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang itu akibat menenggak minuman keras (miras) secara berlebihan.

Baca juga: Pelajar SMK di Malang Tewas Tak Wajar usai Mabuk Miras, Polisi Periksa Organ Dalam Korban

Kasatreskrim Polres Malang AKP Gandha Syah Hidayat menyatakan, bila dari hasil sejumlah pemeriksaan dan penyelidikan kematian pelajar pada 5 Juli 2024 lalu disebabkan adanya intoksikasi atau kondisi ketika seseorang mengonsumsi alkohol secara berlebihan. Sehingga menyebabkan gangguan kesehatan.

"Hasil visum et repertum sudah keluar, secara resmi baik hasil visum, autopsi, maupun hasil toksikologi. Di situ disampaikan bahwa sebab kematiannya oleh korban karena intoksinasi alkohol dalam darah, hati, dan lambung," ucap Gandha Syah Hidayat, ditemui di Mapolres Malang, Kepanjen, Kabupaten Malang, pada Jumat pagi (2/8/2024).

Hasil pemeriksaan ini pun selaras dengan temuan-temuan di lapangan saat melakukan rekonstruksi pada Minggu 7 Juli 2024, dengan total 46 adegan.

Mulai adegan pertama pada Senin 1 Juli 2024 sekitar pukul 18.00 teman korban tiba di rumah korban untuk mengajak keluar, hingga adegan Syahroni ditemukan meninggal pada Jumat (5/7/2024) sekitar pukul 16.00 WIB.

Baca juga: Pelajar SMK di Malang Ditemukan Tewas Tak Wajar, Polisi Turun Tangan

"Pada saat dibangunkan tubuhnya kondisi kaku dan suhu tubuh dingin. Bibir berdarah dan mata sebelah kanan berdarah, ia tidak bisa dibangunkan sehingga Bu Atik berteriak, sehingga tetangga datang untuk cek almarhum Syaroni," jelasnya.

Selain itu, dari pemeriksaan dokter forensik ketika visum dan autopsi disebut Gandha, tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuhnya.



Luka di mata sebelah kiri disebut dokter karena adanya benturan keras dengan lantai setibanya di rumah.

"Luka di mata sebelah kiri itu menurut dokter yang memeriksa itu sentuhan dengan benda tumpul seperti lantai, karena kondisinya saat itu tengkurap di lantai rumah," tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, pada Jumat (5/7/2024) Syahroni pelajar asal Desa Urek-urek, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, ditemukan tewas tak bernyawa di ruang tamu rumahnya. Ia ditemukan meninggal oleh ibunya.

Awalnya korban sempat kabur dari rumah selama dua hari, dan baru pulang ke rumah Jumat dini hari (5/7/2024).

Setibanya di rumah korban sempat tertidur di ruang tamu hingga menyebabkan ibunya yang memiliki penyakit di penglihatan matanya tersandung tubuhnya.

Sang ibu menyangka bila anaknya itu ketiduran di ruang tamu karena kelelahan, sehingga tertidur di ruang tamu. Tetapi, kecurigaan ibu korban muncul usai anaknya Syahroni masih tetap tertidur hingga Jumat sore hari.

Saat dibangunkan itulah ibunya terkejut ternyata tubuh anaknya sudah kaku dan dingin. Saat dicek ternyata Syahroni teleh meninggal dunia, bahkan ponselnya juga disebut hilang. Seketika itu pula ibunya histeris dan meminta tolong.

Teriakan ini membuat para tetangga berdatangan dan menolong korban. Saat dicek ternyata di tubuh Syahroni terdapat beberapa luka di mata dan bibir sehingga menimbulkan kecurigaan keluarga.

Alhasil keluarga melaporkan kejanggalan kematian keluarga ke kepolisian. Jenazah pun akhirnya dibawa ke instalasi forensik RSSA Malang untuk menjalani proses autopsi pada Jumat malam (5/7/2024).
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Puluhan Siswa SMAN 48...
Puluhan Siswa SMAN 48 Ikuti Pelatihan Pemantauan Cuaca Jakarta
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, Kemendagri Gelar Garuda Youth Camp 2026 Pelajar SMA/SMK se-Jabodetabek
Siswa SMA Ejek Guru...
Siswa SMA Ejek Guru di Purwakarta, Pakar Hipnoterapi Soroti Krisis Karakter Remaja
SMAN 4 Semarang Wakili...
SMAN 4 Semarang Wakili Indonesia di Festival Seni Internasional Thailand
Usai Kejang, Pria di...
Usai Kejang, Pria di Cengkareng Meninggal saat Mengecat Genteng
Pelajar SMP yang Lempar...
Pelajar SMP yang Lempar Molotov ke Sekolah Satu Komunitas dengan Siswa SMA 72 Jakarta
Ini Sosok Hakim Shin...
Ini Sosok Hakim Shin Jong-o, Perberat Vonis Eks Ibu Negara Korsel tapi Mendadak Tewas
10 Ilmuwan Nuklir AS...
10 Ilmuwan Nuklir AS Tewas Misterius, Trump Perintahkan Penyelidikan
Britney Spears Ditangkap...
Britney Spears Ditangkap Polisi di California, Diduga Mengemudi di Bawah Pengaruh Alkohol
Rekomendasi
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
Momen Tahun Baru Islam...
Momen Tahun Baru Islam 1448 H, Dompet Dhuafa Perkuat Program Anak Yatim melalui BesTeam
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Berita Terkini
BPDP Dorong UMKM Perkebunan...
BPDP Dorong UMKM Perkebunan Naik Kelas lewat Inovasi Produk
Jelang Hari Bhayangkara,...
Jelang Hari Bhayangkara, Kapolri Ziarah ke Makam Gus Dur
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Pramono Anung Siapkan 500 Ondel-ondel Karya Desainer Top
Warga Rawa Buaya Bersyukur...
Warga Rawa Buaya Bersyukur Terima Bantuan Kursi Roda dari Dina Masyusin dan Dinsos
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved