14 Tahun BNPT Jadi Momentum Gelorakan Anti Kekerasan
Sabtu, 20 Juli 2024 - 22:20 WIB
loading...
A
A
A
Wawasan kebangsaan yang kurang dapat menyebabkan mudahnya termakan isu dan akan bermuara pada destabilisasi nasional.
“Menyambut Indonesia Emas 2045, BNPT perlu memelihara narasi bahwa Indonesia itu terdiri dari banyak suku bangsa dan menganut Bhinneka Tunggal Ika. Narasi seperti Ini harus terus-menerus digaungkan, sehingga publik semakin terbiasa mencari persamaan walau dalam banyak perbedaan,” tegas Ridlwan.
Dia menambahkan, persepsi publik terhadap BNPT hari ini jauh lebih membaik. Penggunaan teknologi informasi dan artificial intelligence harus terus ditingkatkan.
Selain itu, strategi penanggulangan terorisme harus dirancang mulai dari metodologi kontranarasi, hingga bagaimana menyadarkan seseorang agar kembali ke NKRI melalui program deradikalisasi.
“Walaupun kinerja yang diberikan BNPT semakin baik, terdapat tantangan selanjutnya yaitu peningkatan kualitas SDM di dalamnya. Kita menghadapi dinamika kontraterorisme yang terus berubah, termasuk dinamika global seperti konflik Israel-Palestina. Ini membutuhkan SDM yang kuat, cerdas, dan berdaya tahan tinggi. Ini tantangan besar bagi BNPT ke depan,” tambah Ridlwan.
Dirinya pun berharap agar BNPT mampu mempertahankan prestasi dalam mencegah aksi teror, terutama menjelang pelantikan presiden baru pada Oktober 2024. BNPT juga perlu mempertahankan prestasi dalam memberikan edukasi pada masyarakat, khususnya generasi muda tentang moderasi beragama dan wawasan kebangsaan.
Dia menyebyt usia ke-14, BNPT telah menunjukkan berbagai pencapaian signifikan dalam upaya penanggulangan terorisme. Namun, tantangan masih banyak dihadapi, terutama dalam menghadapi dinamika global dan memastikan keberlanjutan deradikalisasi.
"Dengan strategi yang tepat, penggunaan teknologi mutakhir, dan pendidikan yang baik, BNPT berkomitmen untuk terus menciptakan Indonesia yang damai dan bebas dari kekerasan, menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Ridlwan.
“Menyambut Indonesia Emas 2045, BNPT perlu memelihara narasi bahwa Indonesia itu terdiri dari banyak suku bangsa dan menganut Bhinneka Tunggal Ika. Narasi seperti Ini harus terus-menerus digaungkan, sehingga publik semakin terbiasa mencari persamaan walau dalam banyak perbedaan,” tegas Ridlwan.
Dia menambahkan, persepsi publik terhadap BNPT hari ini jauh lebih membaik. Penggunaan teknologi informasi dan artificial intelligence harus terus ditingkatkan.
Selain itu, strategi penanggulangan terorisme harus dirancang mulai dari metodologi kontranarasi, hingga bagaimana menyadarkan seseorang agar kembali ke NKRI melalui program deradikalisasi.
“Walaupun kinerja yang diberikan BNPT semakin baik, terdapat tantangan selanjutnya yaitu peningkatan kualitas SDM di dalamnya. Kita menghadapi dinamika kontraterorisme yang terus berubah, termasuk dinamika global seperti konflik Israel-Palestina. Ini membutuhkan SDM yang kuat, cerdas, dan berdaya tahan tinggi. Ini tantangan besar bagi BNPT ke depan,” tambah Ridlwan.
Dirinya pun berharap agar BNPT mampu mempertahankan prestasi dalam mencegah aksi teror, terutama menjelang pelantikan presiden baru pada Oktober 2024. BNPT juga perlu mempertahankan prestasi dalam memberikan edukasi pada masyarakat, khususnya generasi muda tentang moderasi beragama dan wawasan kebangsaan.
Dia menyebyt usia ke-14, BNPT telah menunjukkan berbagai pencapaian signifikan dalam upaya penanggulangan terorisme. Namun, tantangan masih banyak dihadapi, terutama dalam menghadapi dinamika global dan memastikan keberlanjutan deradikalisasi.
"Dengan strategi yang tepat, penggunaan teknologi mutakhir, dan pendidikan yang baik, BNPT berkomitmen untuk terus menciptakan Indonesia yang damai dan bebas dari kekerasan, menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Ridlwan.
(shf)
Lihat Juga :