14 Tahun BNPT Jadi Momentum Gelorakan Anti Kekerasan
Sabtu, 20 Juli 2024 - 22:20 WIB
loading...
A
A
A
“Peranan BNPT sangat penting dan strategis terutama menghadapi Indonesia Emas 2045. Kita harus memastikan generasi kita moderat dalam beragama, Pancasilais, dan anti terhadap ideologi transnasional,” imbuhnya.
Ridlwan juga mengungkapkan perlunya pemanfaatan artificial intelligence (AI) untuk menyebarkan pesan toleransi dan moderasi beragama. Hal ini berguna untuk pembuatan dan penyebaran konten kontranarasi dengan lebih cepat dan sesuai kondisi terkini.
Akademisi dari Universitas Indonesia (UI) ini beranggapan bahwa Generasi Z dan Alpha tidak bisa didekati dengan pendekatan konvensional seperti seminar dan ceramah.
“Kita harus mengubah cara mengedukasi generasi muda dengan menggunakan artificial intelligence, software terbaru, dan media sosial sehingga mereka aktif, kreatif, dan senang berpartisipasi,” ujarnya.
Pengamat terorisme itu mengungkapkan, urgensi penanggulangan terorisme yang komprehensif memang nyata, dan ini semua harus dimulai dari aspek pendidikan anak-anak Indonesia. Maka dari itu, pendidikan menjadi kunci untuk membentuk karakter generasi muda yang anti kekerasan.
Ridlwan menyadari bahwa peran pendidikan dan teknologi sangat penting, terutama dalam menjaga norma-norma Indonesia dan kebangsaan yang baik. Penerapan hal ini membutuhkan peran BNPT untuk memastikan nilai-nilai tersebut tetap terjaga di media sosial.
Ia menilai, visi Indonesia Emas 2045 adalah tujuan yang besar, baik secara substansi maupun usaha yang dibutuhkan untuk mencapainya.
Moderasi beragama adalah salah satu cara yang digagas agar Indonesia yang memiliki beragam agama dan kepercayaan tidak runtuh karena gesekan horizontal akibat ideologi transnasional.
Ridlwan juga mengungkapkan perlunya pemanfaatan artificial intelligence (AI) untuk menyebarkan pesan toleransi dan moderasi beragama. Hal ini berguna untuk pembuatan dan penyebaran konten kontranarasi dengan lebih cepat dan sesuai kondisi terkini.
Akademisi dari Universitas Indonesia (UI) ini beranggapan bahwa Generasi Z dan Alpha tidak bisa didekati dengan pendekatan konvensional seperti seminar dan ceramah.
“Kita harus mengubah cara mengedukasi generasi muda dengan menggunakan artificial intelligence, software terbaru, dan media sosial sehingga mereka aktif, kreatif, dan senang berpartisipasi,” ujarnya.
Pengamat terorisme itu mengungkapkan, urgensi penanggulangan terorisme yang komprehensif memang nyata, dan ini semua harus dimulai dari aspek pendidikan anak-anak Indonesia. Maka dari itu, pendidikan menjadi kunci untuk membentuk karakter generasi muda yang anti kekerasan.
Ridlwan menyadari bahwa peran pendidikan dan teknologi sangat penting, terutama dalam menjaga norma-norma Indonesia dan kebangsaan yang baik. Penerapan hal ini membutuhkan peran BNPT untuk memastikan nilai-nilai tersebut tetap terjaga di media sosial.
Ia menilai, visi Indonesia Emas 2045 adalah tujuan yang besar, baik secara substansi maupun usaha yang dibutuhkan untuk mencapainya.
Moderasi beragama adalah salah satu cara yang digagas agar Indonesia yang memiliki beragam agama dan kepercayaan tidak runtuh karena gesekan horizontal akibat ideologi transnasional.
Lihat Juga :