Fenomena Salju Selimuti Gunung Bromo Ternyata Rugikan Vegetasi Tanaman

Kamis, 18 Juli 2024 - 08:55 WIB
loading...
Fenomena Salju Selimuti...
Kemunculan salju atau fenomena embun Upas di Gunung Bromo ternyata berdampak negatif kepada flora tanaman. Foto: SINDOnews/Avirista Midaada
A A A
MALANG - Kemunculan salju atau fenomena embun Upas di Gunung Bromo ternyata berdampak negatif kepada flora tanaman. Pasalnya salju yang menyelimuti tanaman di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) itu membuat tanaman mengering.

Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Balai Besar TNBTS Septi Eka Wardhani mengakui sedikit banyak fenomena frost atau embun upas berpengaruh ke vegetasi di kawasan taman nasional.

”Sedikit banyak berdampak terhadap beberapa vegetasi yang ada di sekitar ditemukannya embun upas. Daun-daun dan tanaman itu bisa menjadi kering, karena terkena dari es dinginnya es dari embun upas tersebut,” kata Septi Eka Wardhani, Kamis (18/7/2024).

Baca Juga: Gunung Bromo Diselimuti Salju, Suhu Udara Tembus 9 Derajat Celsius

Bahkan tak menutup kemungkinan vegetasi tanaman itu bisa mati akibat kering. Hal ini yang membuat embun upas dinilai merugikan masyarakat yang bercocok tanam di area taman nasional.

”Karena ketika terjadi embun upas, bisa menyebabkan kematian dari tumbuhan yang terkena embun upas tersebut,” ujarnya.

Sejauh ini fenomena embun upas atau frost itu tidak hanya ditemukan di kawasan Gunung Bromo di antaranya padang savana dan lautan pasir, tapi juga di kawasan sekitar Gunung Semeru, termasuk di Ranupani dan Ranu Kumbolo.

Hal ini karena kawasan ini berada di ketinggian di atas 2.000 Mdpl.



”Tidak cuma di Bromo, tapi juga sekitar Ranupani, Ranu Kumbolo, dan di daerah-daerah yang sangat dingin, yang berada di dalam kawasan TNBTS bisa timbul embun upas, atau lapisan es yang terjadi dari embun yang membeku yang sangat dingin,” tukasnya.

Sebagai informasi, area kawasan Gunung Bromo mulau muncul embun upas disebabkan adanya angin muson timur yang berhembus dari Benua Australia, hal ini membuat suhu udara di Gunung Bromo cukup dingin.

Bahkan di beberapa waktu suhu udara di TNBTS mencapai 5 derajat. Hal ini yang disebut membuat embun upas atau frost yang menyerupai salju muncul.

Fenomena embun Upas terjadi ketika suhu udara cukup dingin berkisar antara 5 - 9 derajat celsius, dan hanya dijumpai pada pagi hari, atau sebelum matahari terbit dengan sempurna. Embun upas akan menghilang saat matahari mulai meninggi.

Diprediksi fenomena embun upas ini akan kian mudah dijumpai hingga Agustus mendatang, mengingat ini belum puncak dari musim kemarau. Sesuai prediksi BMKG cuaca cenderung lebih dingin karena adanya penurunan suhu yang ekstrem.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BMKG Ingatkan Dampak...
BMKG Ingatkan Dampak El Nino, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai
BMKG Peringatkan Siklon...
BMKG Peringatkan Siklon Tropis Mekkhala Menguat, Wilayah Ini Berpotensi Diterjang Gelombang Tinggi
BMKG Deteksi Siklon...
BMKG Deteksi Siklon Tropis Mekkhala, Ingatkan Potensi Hujan Lebat
Gempa M 5,0 Guncang...
Gempa M 5,0 Guncang NTT, Tidak Berpotensi Tsunami
BMKG Ungkap 5 Daerah...
BMKG Ungkap 5 Daerah Tak Diguyur Hujan Lebih Sebulan, Probolinggo Terlama
Hujan Diprediksi Guyur...
Hujan Diprediksi Guyur Sebagian Besar Jakarta Siang hingga Sore Hari Ini
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Rekomendasi
Blusukan ke Lampung,...
Blusukan ke Lampung, Jokowi: Saya Hadir untuk PSI
Program Tabungan Dahsyat...
Program Tabungan Dahsyat Arisan MNC Bank Perkuat Loyalitas Nasabah
Brasil Resmi Gugat Keputusan...
Brasil Resmi Gugat Keputusan VAR ke FIFA, Gol Lionel Messi Ikut Terseret
Berita Terkini
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
Transjakarta Alihkan...
Transjakarta Alihkan 25 Armada Rute Tn Abang-Blok M dan Tj Priok-Kampung Rambutan
Transjakarta Rute Tanah...
Transjakarta Rute Tanah AbangBlok M dan Tj PriokKp Rambutan Berhenti Beroperasi 1 Juli
Infografis
Kaleidoskop 2025: 10...
Kaleidoskop 2025: 10 Fenomena Otomotif Sepanjang 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved