Tokoh Papua Ajak Seluruh Elemen Bangun Bumi Cenderawasih dengan Semangat Kolaborasi
Jum'at, 12 Juli 2024 - 17:11 WIB
loading...
A
A
A
“Kami berharap, Papua dibangun dengan semangat kolaborasi antara Orang Asli Papua dengan saudara-saudara dari daerah lainnya, sehingga Papua dapat dibangun lebih baik, bermoral dan bermartabat,” katanya.
Ali menyebut, persoalan di Papua kadang dipicu oleh media sosial (medsos). Untuk itu dia meminta agar siapa pun di seluruh Indonesia atau di luar negeri membantu Papua untuk menyuarakan hal hal yang positif tentang Papua. “Karena Papua tanah damai, tanah yangg aman,” tambahnya.
Tokoh senior Papua Barat Ismail Sirfefa juga menegaskan bahwa nir-kekerasan adalah cara terbaik untuk mewujudkan perdamaian dari suatu konflik atau pertikaian. Pendekatan dan mekanisme nir kekerasan dapat dilakukan dengan cara pendekatan sosiologis, antropologis, religius, dan humanis bersama mekanisme musyawarah, perundingan, dialog, silaturahmi antara dua pihak atau lebih yang bertikai.
“Perlu adanya tata kelola penyelesaian konflik yang terpadu untuk perdamaian Papua, musyawarah, dialog karena itu silaturahmi harus dijadikan sebagai media interaksi perdamaian dalam pertikaian atau konflik sosial,” kata tokoh Adat Kuri Wamesa Papua Barat.
Dekan Fakultas Islam Unusia Jakarta Ahmad Suaedy menyebut jumlah suku di Papua mencapai 261 suku dengan 326 bahasa suku, belum termasuk suku para pendatang. Mereka juga cukup beragam dalam merespons tentang sistem kepemimpinan yang tergantung karakteristik dan budaya mereka.
Ali menyebut, persoalan di Papua kadang dipicu oleh media sosial (medsos). Untuk itu dia meminta agar siapa pun di seluruh Indonesia atau di luar negeri membantu Papua untuk menyuarakan hal hal yang positif tentang Papua. “Karena Papua tanah damai, tanah yangg aman,” tambahnya.
Tokoh senior Papua Barat Ismail Sirfefa juga menegaskan bahwa nir-kekerasan adalah cara terbaik untuk mewujudkan perdamaian dari suatu konflik atau pertikaian. Pendekatan dan mekanisme nir kekerasan dapat dilakukan dengan cara pendekatan sosiologis, antropologis, religius, dan humanis bersama mekanisme musyawarah, perundingan, dialog, silaturahmi antara dua pihak atau lebih yang bertikai.
“Perlu adanya tata kelola penyelesaian konflik yang terpadu untuk perdamaian Papua, musyawarah, dialog karena itu silaturahmi harus dijadikan sebagai media interaksi perdamaian dalam pertikaian atau konflik sosial,” kata tokoh Adat Kuri Wamesa Papua Barat.
Dekan Fakultas Islam Unusia Jakarta Ahmad Suaedy menyebut jumlah suku di Papua mencapai 261 suku dengan 326 bahasa suku, belum termasuk suku para pendatang. Mereka juga cukup beragam dalam merespons tentang sistem kepemimpinan yang tergantung karakteristik dan budaya mereka.
Lihat Juga :