Kisah Raja Ranggawuni Pindahkan Ibu Kota Tumapel di Kotaraja ke Singasari
Senin, 08 Juli 2024 - 07:14 WIB
loading...
A
A
A
Naskah tersebut hanya mengungkapkan bahwa Ranggah Rajasa Sang Girinathaputra, atau Ken Arok memiliki putra kandung Bhatara Anusapati. Dengan demikian, Anusapati tidak membunuh Ken Arok baik langsung maupun melalui suruhan.
Baca Juga: Kisah Anusapati Sewa Pembunuh Bayaran untuk Habisi Nyawa Penguasa Tumapel
Kakawin Nagarakreatagama tidak menyebutkan tokoh Sanjaya.Mengacu pada naskah tersebut, maka Anusapati tidak dibunuh oleh Sanjaya. Sekalipun demikian, tokoh Sanjaya yang dikisahkan dalam Serat Pararaton itu benar- benar ada.
Tetapi menurut Prasasti Mula Malurung (1255) bukan sebagai raja di Tumapel, melainkan raja Kadiri yang menggantikan Guningbhaya. Sebab itu, Tohjaya tidak sepenuhnya dapat diklaim pernah berperang melawan Wisnuwardhana karena perebutan takhta kekuasaan Tumapel.
Sesudah kemangkatan Anusapati, menurut Kakawin Nagarakretagama, Wisnuwardhana (Ranggawuni) putranya naik takhta. Di masa pemerintahan Wisnuwardhana, Ibu Kota Tumapel dipindahkan dari Kotaraja ke Singasari. Sejak itu, Tumapel dikenal dengan Singasari.
Baca Juga: Kisah Anusapati Sewa Pembunuh Bayaran untuk Habisi Nyawa Penguasa Tumapel
Kakawin Nagarakreatagama tidak menyebutkan tokoh Sanjaya.Mengacu pada naskah tersebut, maka Anusapati tidak dibunuh oleh Sanjaya. Sekalipun demikian, tokoh Sanjaya yang dikisahkan dalam Serat Pararaton itu benar- benar ada.
Tetapi menurut Prasasti Mula Malurung (1255) bukan sebagai raja di Tumapel, melainkan raja Kadiri yang menggantikan Guningbhaya. Sebab itu, Tohjaya tidak sepenuhnya dapat diklaim pernah berperang melawan Wisnuwardhana karena perebutan takhta kekuasaan Tumapel.
Sesudah kemangkatan Anusapati, menurut Kakawin Nagarakretagama, Wisnuwardhana (Ranggawuni) putranya naik takhta. Di masa pemerintahan Wisnuwardhana, Ibu Kota Tumapel dipindahkan dari Kotaraja ke Singasari. Sejak itu, Tumapel dikenal dengan Singasari.
(ams)
Lihat Juga :