Direktur RSUD Sidikalang Ungkap Kronologi Pasien Rujukan yang Meninggal
Jum'at, 01 Mei 2020 - 18:42 WIB
loading...
A
A
A
Setelah pasien di ruang pemeriksaan di IGD, pasien dilakukan pemeriksaan saturasi oksigen dalam darah. Kemudian dipasangkan oksigen masker serta dilakukan nebul Combiven 1 respul. (Baca juga : Peran Polri Dinilai Penting dalam Proses Penanganan Corona )
Lalu, pada Pukul 10.40 WIB dibuat permintaan pemeriksaan laboratorium terhadap pasien. Pada pukul 10.50 WIB dilakukan EKG terhadap pasien. Pada pukul 11.00 WIB dilakukan permintaan pemeriksaan foto thoraks. Diberitahukan oleh petugas IGD kepada petugas radiologi bahwa pasien akan dilakukan pemeriksaan thoraks foto tetapi oleh petugas radiologi bahwa ruangan sedang dilakukan sterilisasi karena baru saja melakukan pemeriksaan radiologi terhadap pasien dari ruang isolasi.
Dibutuhkan waktu 30 menit untuk sterilisasi ruangan tersebut. Pukul 11.30 WIB pasien masuk ke ruangan radiologi dan hasil foto rontgen thoraks keluar pukul 11.45 WIB. Pukul 12.30 WIB hasil laboratorium sudah keluar. Pukul 13.05 WIB dilakukan konsul kepada Dokter Zulfahmi Zulfa,Sp.PD. Pada pukul 13.25 WIB kesadaran pasien semakin menurun, Pada pukul 13.35 WIB dilakukan konsul kembali dan dianjurkan untuk dirujuk karena mengalami serangan stroke sehingga pasien perlu dilakukan pemeriksaan lanjut berupa CT Scan, ICU maupun ventilator dibawah pemeriksaan dokter spesialis saraf. Lalu dilakukan informed concern terhadap suami pasien bahwa pasien akan dirujuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas tersebut diatas.
dr Sugito Penjaitan melanjutkan keterangnnya bawah pada saat itu, dilakukan kembali penjelasan tentang kondisi pasien bahwa pasien harus dirujuk dan keluarga mengatakan ingin berunding terlebih dahulu. Pada pukul 15.55 WIB keluarga setuju untuk dirujuk, kemudian petugas IGD melakukan koordinasi untuk mempersiapkan proses rujukan.
Berselang beberapa waktu kemudian, pada pukul 16.00 WIB dilakukan konsul terhadap dokter spesialis paru untuk dilakukan Rapid Test Covid 19 sebagai syarat untuk merujuk pasien ke rumah sakit tujuan. Pada pukul 16.00 Wib perawat IGD menghubungi beberapa Rumah Sakit diantaranya RS. Efarina, RS. Herna dan RS. Columbia namun belum mendapat konfirmasi untuk menerima pasien. Pukul 16.26 hasil Rapid Test keluar dengan hasil Rapid Test Non Reaktif. Baru pada pukul Pukul 17.41 WIB rumah sakit umum Mitra Sejati mengkonfirmasi bahwa rumah sakit umum tersebut bersedia menerima pasien. Pukul 18.05 pasien berangkat menuju rumah sakit umum Mitra Sejati didampingi suami dan perawat rujuk.
Lalu, pada Pukul 10.40 WIB dibuat permintaan pemeriksaan laboratorium terhadap pasien. Pada pukul 10.50 WIB dilakukan EKG terhadap pasien. Pada pukul 11.00 WIB dilakukan permintaan pemeriksaan foto thoraks. Diberitahukan oleh petugas IGD kepada petugas radiologi bahwa pasien akan dilakukan pemeriksaan thoraks foto tetapi oleh petugas radiologi bahwa ruangan sedang dilakukan sterilisasi karena baru saja melakukan pemeriksaan radiologi terhadap pasien dari ruang isolasi.
Dibutuhkan waktu 30 menit untuk sterilisasi ruangan tersebut. Pukul 11.30 WIB pasien masuk ke ruangan radiologi dan hasil foto rontgen thoraks keluar pukul 11.45 WIB. Pukul 12.30 WIB hasil laboratorium sudah keluar. Pukul 13.05 WIB dilakukan konsul kepada Dokter Zulfahmi Zulfa,Sp.PD. Pada pukul 13.25 WIB kesadaran pasien semakin menurun, Pada pukul 13.35 WIB dilakukan konsul kembali dan dianjurkan untuk dirujuk karena mengalami serangan stroke sehingga pasien perlu dilakukan pemeriksaan lanjut berupa CT Scan, ICU maupun ventilator dibawah pemeriksaan dokter spesialis saraf. Lalu dilakukan informed concern terhadap suami pasien bahwa pasien akan dirujuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas tersebut diatas.
dr Sugito Penjaitan melanjutkan keterangnnya bawah pada saat itu, dilakukan kembali penjelasan tentang kondisi pasien bahwa pasien harus dirujuk dan keluarga mengatakan ingin berunding terlebih dahulu. Pada pukul 15.55 WIB keluarga setuju untuk dirujuk, kemudian petugas IGD melakukan koordinasi untuk mempersiapkan proses rujukan.
Berselang beberapa waktu kemudian, pada pukul 16.00 WIB dilakukan konsul terhadap dokter spesialis paru untuk dilakukan Rapid Test Covid 19 sebagai syarat untuk merujuk pasien ke rumah sakit tujuan. Pada pukul 16.00 Wib perawat IGD menghubungi beberapa Rumah Sakit diantaranya RS. Efarina, RS. Herna dan RS. Columbia namun belum mendapat konfirmasi untuk menerima pasien. Pukul 16.26 hasil Rapid Test keluar dengan hasil Rapid Test Non Reaktif. Baru pada pukul Pukul 17.41 WIB rumah sakit umum Mitra Sejati mengkonfirmasi bahwa rumah sakit umum tersebut bersedia menerima pasien. Pukul 18.05 pasien berangkat menuju rumah sakit umum Mitra Sejati didampingi suami dan perawat rujuk.
Lihat Juga :