Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan, Langit Kalbar Ditaburi 13 Ton Garam
Minggu, 30 Juni 2024 - 07:57 WIB
loading...
A
A
A
Seto juga menambahkan bahwa berdasarkan analisis BMKG, wilayah Kalbar termasuk area Non-ZOM, dengan prakiraan sifat hujan pada Juni dan Juli yang normal hingga bawah normal, terutama di Kabupaten Kubu Raya. Hal ini meningkatkan kekhawatiran akan terjadinya Karhutla seperti tahun sebelumnya.
Meski demikian, BMKG terus melakukan pemantauan titik panas di wilayah Kalbar untuk memitigasi terjadinya Karhutla. Dengan OMC, diharapkan lahan gambut kembali basah dan muka airnya meningkat sehingga tidak mudah terbakar.
"Harapan dari kegiatan OMC ini adalah terjaganya kebasahan lahan gambut di wilayah Provinsi Kalbar sehingga lahan gambut akan sulit terbakar ketika memasuki puncak musim kemarau," ungkap Seto.
Dalam pelaksanaan OMC di Kalbar, BMKG bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI AU, BRGM, BPBD Kalbar, dan Pemprov Kalbar. Kegiatan ini didukung oleh armada CASA 212-200 milik Skadron 4 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur.
Meski demikian, BMKG terus melakukan pemantauan titik panas di wilayah Kalbar untuk memitigasi terjadinya Karhutla. Dengan OMC, diharapkan lahan gambut kembali basah dan muka airnya meningkat sehingga tidak mudah terbakar.
"Harapan dari kegiatan OMC ini adalah terjaganya kebasahan lahan gambut di wilayah Provinsi Kalbar sehingga lahan gambut akan sulit terbakar ketika memasuki puncak musim kemarau," ungkap Seto.
Dalam pelaksanaan OMC di Kalbar, BMKG bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI AU, BRGM, BPBD Kalbar, dan Pemprov Kalbar. Kegiatan ini didukung oleh armada CASA 212-200 milik Skadron 4 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur.
(hri)
Lihat Juga :